Hati-hati, 'Rest Area' Bisa Tak Aman
📅 Jumat, 03 Jan 2025, 03:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas Polres Tangerang
TANGERANG – Aparat mesti memperketa keamanan di tiap rest area. Selain itu, warga juga harus lebih waspada agar tidak menjadi korban kejahatan. Sebab telah terjadi dua orang ditembak di rest area. Ini terjadi di KM 45 Tol Tangerang-Merak, Kamis (2/1) dini hari.
Kasie Humas Polresta Tangerang, Ipda Purba menyebutkan, dua pengendara mobil berinisial IAR (48) dan RAB (60) menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK). “Salah satu korban meninggal dunia meski sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja,” tutur Purba.
Dia menyebutkan korban RAB tertembak tangan kiri. Kini korban masih dirawat intensif RSUD Balaraja. Polresta Tangerang belum bisa memastikan pelakunya. “Kami tengah menyelidiki secara mendalam,” tambah Purba.
Selain itu, untuk mempermudah pengungkapan kasus penembakan, tim penyidik juga telah minta keterangan sejumlah saksi. Penembakan terjadi pukul 04.20 WIB. Lokasinya persis di depan minimarket.
Perampok Bersenjata
Sebaiknya Anda baca juga:
Masih terkait kejahatan. Perampok bersenjata api menggasak uang senilai 60 juta dari petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell Bintaro, di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Perampokan dengan kekerasan terjadi Rabu (1/1) dini hari. Saat itu, petugas pelayanan SPBU Shell hendak menyetorkan uang hasil penjualan.
“Selain uang juga satu HP diambil penjahat,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Kejadiannya pada tanggal 1 Januari pukul 03.00 WIB. Kombes Ade menjelaskan bahwa perampokan bermula saat AF tengah meng-input laporan keuangan di ruang Kantor SPBU Shell Bintaro.
Kemudian perampok masuk ke ruangan menggunakan jaket salah satu ojek daring. Saat kejadian, pelaku hanya seorang diri dan langsung menodongkan senjata ke korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pelaku naik Honda Beat Street hitam, tanpa nomor polisi,” jelasnya. Perampok menodong sambil menanyakan kunci brankas. Korban menghubungi rekan kerjanya, AH, untuk membawa kunci brankas.
Setelah brankas dibuka, perampok minta uang yang ternyata berjumlah 60 juta. Para korban dikunci dan perampok kabur. Kedua korban berteriak minta tolong, dan didengar pekerja lain. Lalu dibantu keluar dari ruangan.
Atas peristiwa tersebut, tim Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan langsung menyelidiki dan mengejar pelaku. “Kasus ini sudah diselidiki petugas Polsek Pondok Aren,” ujar Ade.
Sebelumnya, Polres Metro Tangerang Kota mengungkapkan terjadi kenaikan angka kriminalitas sepanjang tahun lalu sebanyak 894 kasus. Angkanya naik dari 2.812 pada tahun 2023 menjadi 3.706 kasus pada tahun lalu.
“Peningkatan kejadian kriminalitas tersebut disebabkan himpitan ekonomi, meningkatnya kebutuhan hidup, pengangguran, kurangnya kesadaran hukum dan putus sekolah,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Komisaris Besar Polisi Zain Dwi Nugroho.
Namun demikian, kata Zain, Kepolisian juga melakukan penyelesaian perkara terhadap kejadian kriminalitas yang dilaporkan selama tahun lalu hampir 3.000 kasus. “Hal ini didukung peningkatan kemampuan penyidik untuk tindak pidana. Juga optimalnya pengawasan penyidikan,” katanya. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!