Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Jambi: Daya beli petani meningkat 13,05 persen

📅 Jumat, 03 Jan 2025, 22:31 WIB | Oleh:
BPS Jambi: Daya beli petani meningkat 13,05 persen Doc: ANTARA/Tuyani
Ket. Petani kol di Kabupaten Kerinci, Jambi, sedang memanen tanamannya.

Jambi, 03/1  - Badan Pusat Statistik mencatat peningkatan daya beli petani perdesaan di Provinsi Jambi sebesar 13,05 persen terhitung sejak Januari sampai dengan Desember 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Agus Sudibyo di Jambi, Kamis (2/1), mengatakan pada nilai tukar petani (NTP) yang menjadi indikator melihat kemampuan petani di pedesaan pada Desember 2024 mencapai 172,17.

"Angka ini meningkat dibandingkan posisi Januari 2024 sebesar 142,2," kata Agus.

Peningkatan daya beli petani ini dipengaruhi kenaikan indeks yang diterima petani dibandingkan indeks yang dibayar petani.

Pada posisi Desember 2024 indeks yang diterima petani menjadi 208,5 sedangkan pada periode yang sama 2023  sebesar 166,2. Berikutnya indeks yang dibayar petani pada Desember 2024 sebesar 121,15 dan periode yang sama 2023  sebesar 118,9.

"Harga komoditas yang dijual petani naik, tapi harga komoditas yang digunakan petani juga naik artinya pengeluaran bertambah tapi pendapatan juga bertambah," kata dia.

Meski begitu, kata dia, pendapatan yang diperoleh petani masih lebih besar dari pengeluaran.

Agus menjelaskan pada Desember 2024, kenaikan indeks yang diterima petani dipengaruhi meningkatnya harga komoditas produksi petani seperti kelapa sawit, karet, kentang, kakao atau coklat biji.

Sementara itu, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal mengalami kenaikan namun tetap terkendali. Pada Januari 2024 tercatat 117,8 poin dan pada Desember 2024 sebesar 119,2 poin.

Ditingkatkan pasar, harga komoditas seperti pupuk, bibit kelapa sawit, upah panen, herbisida, oli dan lainnya terkendali.

"Jadi walaupun ada kenaikan biaya produksi tapi kenaikannya relatif terkendali," terang dia.

Agus menjelaskan terdapat beberapa hal yang harus diwaspadai terkait nilai tukar petani terutama pada subsektor pertanian dengan NTP di bawah 100, itu berarti nilai jual produk pertanian sama dengan biaya produksi maupun produk yang dikonsumsi.

Pada akhir 2024, NTP di bawah 100 masih terjadi pada subsektor peternakan dan perikanan.

Dia menyebutkan subsektor yang menguntungkan saat ini adalah perkebunan rakyat yaitu dengan NTP mencapai 191,10. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Malaysia Angkat Isu Kabut A...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.