Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Tengah Ancaman Pengambilalihan Terusan Panama, Trump Calonkan Mantan Pejabat Florida Menjadi Dubes AS untuk Panama

📅 Jumat, 27 Des 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Di Tengah Ancaman Pengambilalihan Terusan Panama, Trump Calonkan Mantan Pejabat Florida Menjadi Dubes AS untuk Panama Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Terusan Panama

MOSKWA – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pencalonan mantan Komisaris Wilayah, Kevin Cabrera, sebagai Duta Besar AS untuk Panama.

"Saya dengan senang hati mengumumkan Kevin Marino Cabrera akan menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Panama, negara yang memanfaatkan kita terkait Terusan Panama melebihi impian yang paling liar," kata Trump di Truth Social.

Seperti dikutip dari Antara, Kamis (26/12), Trump menambahkan Cabrera sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Wilayah Miami-Dade, Wakil Ketua Konsorsium Perdagangan Internasional, dan pernah bekerja dalam tim kampanye Trump 2020 sebagai Direktur Negara Bagian Florida.

"Sedikit yang memahami politik Amerika Latin sebaik Kevin — dia akan melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mewakili kepentingan negara kita di Panama," ujar Trump.

Pada hari yang sama, Cabrera menyatakan dirinya merasa terhormat atas pencalonan tersebut. "Mari kita mulai bekerja," tulisnya di platform X.

Pada hari Minggu (22/12), Trump menyatakan akan menuntut pengembalian cepat Terusan Panama ke kepemilikan AS karena pengenaan tarif yang tinggi.Trump menegaskan Terusan Panama sangat penting bagi perdagangan AS dan untuk pengerahan cepat pasukan Angkatan Laut AS di Samudra Atlantik dan Pasifik.

Trump menambahkan Amerika Serikat adalah pengguna terbesar kanal tersebut, mencakup lebih dari 72 persen dari total lalu lintasnya.

Tak Dapat Dinegosiasikan

Ketika menanggapi pernyataan Trump, Presiden Panama, Jose Raul Mulino, menyatakan kedaulatan negaranya tidak dapat dinegosiasikan dan Terusan Panama sepenuhnya menjadi milik Panama berdasarkan perjanjian 1977.

Presiden Jose Raul Mulino mengatakan Terusan Panama sepenuhnya dimiliki oleh Panama berdasarkan perjanjian tahun 1977, dan kedaulatan negara tersebut tidak dapat dinegosiasikan, menanggapi pernyataan Presiden terpilih AS, Donald Trump, yang berniat mengembalikan kepemilikan terusan tersebut kepada AS karena tingginya tarif penggunaan.

“Setiap meter persegi Terusan Panama dan wilayah sekitarnya adalah milik Panama dan akan terus begitu. Kedaulatan dan kemerdekaan negara kami tidak dapat dinegosiasikan,” tegas Mulino.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.