Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Peringatan Dokter yang Wajib Disimak untuk Cegah Diare di Musim Hujan

📅 Rabu, 18 Des 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Peringatan Dokter yang Wajib Disimak untuk Cegah Diare di Musim Hujan Doc: ANTARA/Ganet Dirgantoro
Ket. Pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat selama musim hujan dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Jakarta - Guru Besar Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Ari Fahrial Syam, MD, PhD, MMB, FACP, FACG mengingatkan pentingnya menjaga perilaku bersih dan sehat untuk mencegah penyakit diare yang kerap terjadi selama musim hujan.

"Umumnya pencegahan diare dapat dilakukan dari hal sederhana mulai dari mencuci tangan setiap akan makan, kemudian menjaga sumber makanan dan sumber air tetap bersih," kata Ari Fahrial di Jakarta, Selasa.

Menurut dia di saat musim hujan seperti sekarang ini umumnya daya tahan tubuh mengalami penurunan sehingga ketika patogen masuk ke dalam tubuh bisa memunculkan penyakit yang salah satunya diare.

Ia menyampaikan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada 2023 memperlihatkan angka prevalensi diare pada semua kelompok umur di Indonesia mencapai 4,3 persen dan kelompok usia lebih dari 75 tahun merupakan populasi dengan prevalensi diare terbanyak yaitu 5,1 persen.

Sedangkan Data Global Burden of Disease tahun 2016 mengungkapkan diare termasuk dalam sepuluh besar penyakit dengan beban kesehatan tertinggi secara global.

Sekjen Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) Dr. dr. Hasan Maulahela, SpPD, K-GEH secara terpisah menyampaikan meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, keberhasilan dalam menurunkan angka kejadian dan kematian akibat diare masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

Menurut dia, penting penggunaan teknologi diagnostik terutama bagi penderita diare akut untuk memudahkan dalam melakukan penanganan.

Beberapa penderita kanker, HIV/ AIDS, autoimun dan gangguan kronis lainnya kerap mengalami diare akut bahkan menjadi infeksi yang berlanjut sehingga membutuhkan diagnostik yang mampu mengidentifikasi patologi secara lebih spesifik, jelas Hasan.

Dengan teknologi terkini di bidang diagnostik, ungkap Hasan, dokter akan lebih mudah dalam menentukan patologi penyebab diare sehingga dapat dilakukan pengobatan secara tepat.

Hasan menambahkan, tak hanya itu dengan diagnostik yang tepat pasien dapat terhindar dari penggunaan antibiotik yang berlebihan.

“Saat ini alat untuk diagnosa diare atau dikenal "Syndromic Testing" telah tersedia di katalog elektronik, sehingga memudahkan bagi rumah sakit yang memang membutuhkan penanganan lebih lanjut terhadap pasien," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Nasional
ITK Diharapkan Perkuat Kont...
Nasional
Pemerintah Harus Perkuat La...
Ekonomi
Presiden Resmikan Program H...

Realisasi Penyaluran KUR hingga Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Realisasi Penyaluran KUR hi...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.