Kompetisi Film Asli Jatim Menjadi Ajang Sineas Muda Promosikan Seni Budaya
📅 Senin, 09 Des 2024, 14:38 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Dusbudpar) menggelar Kompetisi Film Asli (Komfilasi) Jawa Timur 2024 Awarding Night di Taman Budaya Gedung Cak Durasim, Surabaya, Minggu (8/12).
Sebanyak 10 film lokal berhasil menang dan mendapatkan penghargaan dalam ajang yang juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono dan dua artis nasional yang menjadi tim juri kehormatan bersama Arumi Bachsin Emil Dardak, yakni Marcella Zalianty dan Prisia Nasution.
“Sebanyak 89 karya film telah masuk dalam kompetisi ini, tentunya melalui proses kurasi ketat sehingga diperoleh 10 besar yang mengikuti tahap penjurian,” kata Pj. Gubernur Jatim, Adhy Karyono.
Masing masing Juara 1 dengan judul film Kepaten Obor, Juara 2 dengan judul film Mbecek dan Juara 3 dengan judul film Mbiyodo.
Kemudian diserahkan juga penghargaan untuk para Juara Harapan pada sejumlah judul film yakni Handarbeni, Tajhin Sorah (Bubur Asyura), Dua Cincin, Pepak (Petualangan 3 Detektif), Konslet, Rencana Rencana, dan Gemintang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Juga diberikan penghargaan untuk Pemenang Sutradara Terbaik diraih film Gemintang, Pemenang Skenario Terbaik diraih film Pepak (Petualangan 3 Detektif) dan Pemenang Film Favorit diraih film Dua Cincin.
Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan Komfilasi Jawa Timur 2024 berawal dari sebuah ide kreatif untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif di wilayah Jawa Timur khususnya sub-sektor film.
“Kami ingin memberi ruang kepada anak muda yang bergerak di bidang perfilman. Semangatnya adalah mengembangkan kreativitas sineas muda kita serta mempromosikan seni budaya kita. Karena bagaimana bisa maju kalau tidak ada media dan ruang seperti festival film,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Maka tantangan tersebut saya jawab, ayo kita rencanakan. Kita pun tidak menyangka bahwa peminatnya sangat banyak. Maka ini akan menjadi agenda rutin tidak hanya film pendek tapi juga film panjang,” lanjutnya.
Tahun depan, lanjutnya, akan dicoba untuk diagendakan sebelum Festival Film Nasional. Ia juga menyayangkan banyak insan perfilman dari Jawa Timur yang berkarir di Jakarta.
“Kami harap sineas muda dan insan perfilman yang berasal dari Jatim yang berkiprah di Jakarta bisa membangun Jatim,” harapnya.
Lebih lanjut, Adhy menyebut, Komfilasi sebagai wujud hadirnya pemerintah, komitmen untuk memberikan wadah bagi sineas muda agar dapat menyalurkan kreativitasnya, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi memajukan industri perfilman Jatim.
Dia berharap, kompetisi ini dapat melahirkan sineas muda berbakat yang mampu membawa karya terbaik dari Jawa Timur di kancah perfilman nasional maupun dunia.
“Kami ingin membuat keaslian dan menggali kekhasan Jatim. Sutradara, produser dan pemain khusus dari Jatim. Kami ingin mengangkat budaya Jatim, sekaligus menyebarkan slogan Jatim Maju dan Mendunia,” lanjutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!