Kompetisi Film Asli Jatim Menjadi Ajang Sineas Muda Promosikan Seni Budaya
📅 Senin, 09 Des 2024, 14:38 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SOleh karena itu, Adhy lantas berkomitmen menyediakan fasilitas, infrastruktur serta menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuh kembangnya industri perfilman di Jatim.
“Kami optimis dengan berkembangnya industri perfilman bagi sineas muda Jatim akan menjadi motivasi bagi sineas lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” tegasnya.
“Mari kita dukung generasi muda yang produktif, berkarya dan kreatif melalui wadah yang luas. Ini juga menjawab tantangan baru di dunia perfilman, berkomitmen untuk terus melahirkan bakat-bakat baru para sineas muda khususnya di Jawa Timur,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adhy juga menyampaikan prestasi membanggakan Jatim dimana Kementerian Kebudayaan telah menetapkan 13 karya budaya usulan Kabupaten/ Kota di Jatim.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Alhamdulillah, jumlah total Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari tahun 2013 sampai tahun 2024 yaitu 112 karya budaya,” jelasnya.
“Kita juga harus bersyukur atas penetapan Reog Ponorogo sebagai Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO dengan status Perlindungan Mendesak pada 3 Desember 2024. Ini bukan hanya kemenangan Ponorogo, tapi kemenangan Jawa Timur dan Indonesia,” ucapnya bangga.
Pada kesempatan itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan Komfilasi Jawa Timur akan membawa ekosistem yang baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini kick off untuk industri perfilman di Jatim. Kami optimis ini akan berkembang dan maju. Ke depannya, akan lahir sineas muda maupun insan perfilman dari Jawa Timur,” ucap Fadli Zon.
“Untuk warisan budaya, kami meyakini bahwa kekayaan budaya kita sangat luar biasa. Tidak ada kekayaan budaya yang lebih hebat dari Indonesia. Kita ini mega diversity, maka Indonesia pantas menjadi pusat kebudayaan di dunia,” lanjutnya optimis.
Senada, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Evy Afianasari menyampaikan bahwa Komfilasi merupakan wadah sineas Jatim untuk berkompetisi dan berkolaborasi memberikan karya terbaiknya khususnya dibidang perfilman.
“Melalui kegiatan ini harapannya menjadi salah satu event nasional terbaik. Sekaligus menjadi lokomotif penggerak ekonomi kreatif dan pengembangan kebudayaan melalui sektor film yang ada di Jatim,” kata Evy.
“Yang dimaksud Film Asli Jawa Timur pada event ini yaitu Sutradara, Budaya, Lokasi dan segala bentuk ide ceritanya berorientasi Jawa Timur,” tambahnya.
Evy juga mengungkapkan Komfilasi sebagai bentuk apresiasi Pemprov Jatim dan harapannya karya para pemenang akan didaftarkan ke Lembaga Sensor Film dan dapat dinikmati seluruh pecinta perfilman di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!