Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Taruhan dan Ambisi Berbahaya Tiongkok Menguasai Arktik untuk Melahirkan Jalur Sutra Es

📅 Senin, 17 Agu 2026, 14:42 WIB | Oleh:
Taruhan dan Ambisi Berbahaya Tiongkok Menguasai Arktik untuk Melahirkan Jalur Sutra Es Doc: Istimewa
Ket. Tiongkok telah menetapkan transit terjadwal pertama melalui jalur laut utara, tetapi masih ada pertanyaan mengenai risiko lingkungan dan politiknya.

TAIPEI - Ketika Menlu AS, Marco Rubio menyarankan agar dunia mencari jalur pelayaran baru demi menghindari kemacetan di Selat Hormuz, kecil kemungkinan ia membayangkan Arktik sebagai solusinya.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, pesona kanal sepanjang 5.500 km ini kian tak terbendung—sebuah lorong di atas lautan beku tempat kapal pemecah es bertenaga nuklir membelah jalan, berlatarkan matahari yang tak pernah tenggelam di balik cakrawala utara.

Jepang, Korea Selatan, dan India telah menyatakan minat untuk mengalirkan kargo mereka melalui Jalur Laut Utara (Northern Sea Route atau NSR). Namun, Tiongkok-lah yang bergerak paling cepat.

Dari The Guardian, Perusahaan pelayaran Sea Legend baru-baru ini resmi meluncurkan layanan transit terjadwal pertama di rute ekstrem ini.

Membelah Lingkaran Arktik di sepanjang pesisir utara Rusia, NSR sejatinya hanya bisa dilalui pada bulan-bulan bersuhu lebih hangat. Namun, penyusutan es laut di musim panas akibat krisis iklim telah memperlebar jendela navigasi tersebut. Bagi sejumlah kapal, rute ini mampu memangkas waktu tempuh dari Tiongkok ke Eropa hingga separuhnya. Meski begitu, potensi keuntungan besar ini dibayangi oleh risiko lingkungan dan politik yang tak kalah dahsyat.

Setelah uji coba pada tahun 2025, Sea Legend kini mengoperasikan layanan kontainer reguler. Perjalanan langsung dari Ningbo-Zhoushan ke Felixstowe, Inggris, kini hanya memakan waktu 18 hari—jauh lebih cepat dibandingkan rute Terusan Suez yang membutuhkan waktu lebih dari 40 hari.

Para pakar menilai rute Arktik sangat ideal untuk kargo yang sensitif terhadap suhu, seperti kendaraan listrik, baterai lithium, dan panel surya—sektor di mana Tiongkok memegang dominasi pasar global. Sebagai pelopor penerbangan komersial reguler di sana, Sea Legend menjadi titik uji apakah ambisi lama Beijing dapat memunculkan rute perdagangan baru yang benar-benar stabil antara Tiongkok dan Eropa.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pertama kali mengusung ide pengembangan rute Arktik bersama Rusia lewat konsep "Jalur Sutra Kutub" pada tahun 2017. Moskow—yang menguasai sebagian besar wilayah rute tersebut—awalnya bersikap waspada terhadap ekspansi Tiongkok di Arktik. Namun pasca-invasi ke Ukraina, isolasi barat memaksa Rusia semakin bergantung pada Beijing, memberi Tiongkok pengaruh logistik yang belum pernah ada sebelumnya.

Kini, perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, memegang kendali penuh atas izin navigasi dan armada kapal pemecah es bertenaga nuklir yang wajib mengawal kapal-kapal kargo di sepanjang rute.

Jalan Raya Becek bagi Armada Bayangan

Li Xiaobin, Kepala Operasional Sea Legend, menegaskan bahwa krisis yang terus bergolak di Timur Tengah telah membongkar kerentanan rute konvensional seperti Terusan Suez dan Selat Hormuz. Hal ini memicu urgensi untuk mempercepat jalur alternatif.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik arah baru ini. Moskow bertekad me-redesain peta perdagangan global, tetapi kontrol ketatnya atas NSR—yang mayoritas berada di Zona Ekonomi Eksklusif Rusia—dianggap sebagai risiko geopolitik yang terlalu tinggi bagi kebanyakan investor barat.

Sanksi internasional terhadap Rusia juga memicu kekhawatiran skenario terburuk. Menurut analisis keselamatan Allianz Commercial tahun 2026, operasi penyelamatan akan sangat rumit jika terjadi musibah kapal di tengah keterpencilan Arktik.

Lebih mengkhawatirkan lagi, lalu lintas NSR saat ini didominasi oleh "armada bayangan" Moskow: kapal-kapal tanker tua tanpa asuransi memadai yang berlayar demi menghindari sanksi minyak. Data dari Bellona Environmental Foundation menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sekitar sepertiga kapal yang melintas di rute ini adalah kapal yang terkena sanksi. Tren tersebut melonjak drastis pada 2026 berkat kondisi iklim musim panas yang jauh lebih bersahabat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Putri KW Bidik Hasil Maksim...
Nasional
PT KAI Tekankan Keselamatan...

Jatim Kirim Tim SAR dan Dokter untuk NTT

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Jatim Kirim Tim SAR dan Dok...
Daerah
Bendera Raksasa 40x20 Meter...

Perayaan Tujuh Belasan di Daerah Cukup Meriah

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Perayaan Tujuh Belasan di D...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

17 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.