Desa Harus Berswasembada Pangan
📅 Sabtu, 23 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal berupaya untuk mewujudkan swasembada pangan desa yang terhubung manfaatnya dengan program makan bergizi gratis dan pengentasan kemiskinan.
Yandri Susanto dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) di pemerintahan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Sebelum menjabat sebagai Mendes PDT, Yandri Susanto menduduki sejumlah posisi di DPR RI dan MPR RI. Dirinya telah masuk dalam jajaran anggota DPR RI periode 2012–2014, 2014–2019, dan 2019–2024, serta menjadi Wakil Ketua MPR RI menggantikan Zulkifli Hasan yang saat itu dilantik menjadi Menteri Perdagangan pada 2022.
Berikut wawancara wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini,dengan Mendes PDTT, Yandri Susanto, dalam sejumlah kesempatan. Beragam isu yang dibahas termasuk polemik penggunaan Kop Surat Kementerian di awal-awal jabatannya, kesiapan desa menjadi penyuplai bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan isu-isu strategis lainnya. Berikut kutipan wawancaranya.
Bagaimana Anda memaksimalkan anggaran untuk mewujudkan swasembada pangan?
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemendes PDT memiliki dana yang sangat besar untuk ditransfer ke 75.000 desa senilai 71 triliun rupiah.Dari dana yang ditransfer ke desa, hampir 16 triliun rupiah anggaran ditujukan untuk ketahanan pangan.
Saya ingin mewujudkan swasembada pangan desa yang akan terhubung manfaatnya dengan program nasional makan siang bergizi.Saya sampaikan di mana-mana, saya nggak mau desa itu jadi penonton. Termasuk desa-desa yang ada di Banten, potensi sangat luar biasa. Maka kalau ada dana, ada manusianya, tinggal pendampingan satu kawasan.
Bagaimana caranya agar anggaran ini maksimal?
Sebaiknya Anda baca juga:
Saya minta TNI-Polri, atas perintah Kapolri dan Panglima (TNI), itu langsung mendampingi para kepala desa. Memastikan anggaran 50 persen dari dana desa itu tidak boleh dipermainkan. Tidak boleh sekali pakai.
Saya ingin agar masyarakat desa tidak mengambil bahan baku pangan dari provinsi lain. Intinya, desa harus menyiapkan bahan baku untuk swasembada pangan yang digunakan untuk makan siang bergizi. Saya kira itu dari Menteri Desa, dananya sudah ada, sangat besar.
Ini sesuai Asta Cita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, maka hal itu bisa cepat diwujudkan.

Petani itu tinggal di desa. Bagaimana peran petani mengejar swasembada pangan ini?
Untuk merealisasikan swasembada pangan, tentu harus dibangun dari desa dulu. Petani harus bekerja keras untuk mewujudkan swasembada pangan, karena lahan pertanian di Tanah Air cukup subur dan luas serta rakyatnya banyak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!