Desa Harus Berswasembada Pangan
Sabtu, 23 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBagaimana penggunaan anggaran untuk implementasi program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)?
Kita tidak perlu takut terhadap hal-hal yang mungkin harus kita perbaiki. Kalau yang sudah baik biasa itu, puja-puji itu biasa. Tapi, bagaimana kita mengukur kejujuran kita menjadi landasan posisi kita ke depan.
Kurangnya transparansi dapat menimbulkan ketidakpuasan dan protes dari masyarakat yang pada akhirnya berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta penerapan program Tekad.
Kejujuran dalam transparansi pendampingan berbasis pemberdayaan masyarakat itu merupakan cara yang efektif dalam membangun legitimasi kebijakan tersebut di mata warga desa.
Kalau kita melihat dengan kacamata kejujuran itu, insya Allah kita bisa menapaki kebahagiaan, setapak demi setapak untuk membahagiakan desa-desa yang kita lakukan program Tekad ini.
Jajaran Kemendes PDT sudah sepatutnya mengevaluasi implementasi program Tekad secara maksimal dan serius, khususnya dalam bidang terkait dengan kebijakan yang diambil.
Dengan demikian, indikator pencapaian program Tekad dapat dimanfaatkan menjadi rumusan masalah demi mewujudkan kemaslahatan warga pada program pendampingan desa dalam jangka panjang.
Keterlibatan pihak lain, seperti Bank Mandiri atau perusahaan-perusahaan lain melalui dana CSR-nya, atau melalui pendampingan peningkatan pemberdayaan manusia. Jadi, saya minta betul, evaluasi ini bukan sekadar basa-basi, bukan hanya puja-puji, bukan hanya kita bisa menghabiskan anggaran, lalu setelah itu tak ada jejaknya.
Bagaimana sebaiknya desa wisata?
Saya minta desa-desa wisata di Indonesia agar menonjolkan ciri khas daerahnya masing-masing.Apabila desa itu digarap potensinya, maka desa itu akan memberikan pendapatan yang luar biasa.
Langkah menonjolkan ciri khas desa wisata dapat membangun citra yang kuat bagi suatu desa wisata sehingga dapat lebih menarik pengunjung untuk berwisata ke sana.
Pengembangan desa wisata memiliki dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Oleh karena itu, sektor pariwisata merupakan bidang strategis dalam pengembangan ekonomi suatu daerah sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal.
Dengan desa wisata seperti ini, apalagi jika pendapatannya hampir lima ratus juta per tahun, banyak yang bisa dilakukan. Oleh karena itu, jangan cepat puas untuk berbuat lebih baik dan maju Pak Kades.
Desa juga memiliki peluang lain di bidang perikanan dan kelautan. Ia mengatakan hasil perikanan, seperti pengeringan ikan, pembuatan ikan asin, serta produk olahan lainnya, seperti kerupuk ikan, abon ikan, atau terasi bisa dikembangkan lebih lanjut di desa.
Produk-produk olahan hasil kreativitas warga desa itu memiliki nilai tambah yang tinggi dan bisa dipasarkan secara lebih luas, baik di pasar lokal maupun pasar nasional.Potensi inilah yang akan mudah membawa keuntungan. Makanya,kita ingin desa memanfaatkan potensi baik di bidang perikanan dan kelautan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!