Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Kemarau, Ini yang Dilakukan KPKP Jakarta Utara untuk Membantu Petani dan Nelayan

📅 Senin, 03 Agu 2026, 12:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Kemarau, Ini yang Dilakukan KPKP Jakarta Utara untuk Membantu Petani dan Nelayan Doc: Beritajakarta
Ket. Sudin KPKP Jakarta Utara berikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan cuaca ekstrem.

JAKARTA - Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota Jakarta Utara melakukan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalkan dampaknya bagi petani dan nelayan. Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Novy Christine Palit mengatakan, pihaknya terus memberikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.

“Petani telah kami arahkan untuk menyiasati musim kemarau dengan memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan,” ujarnya, Senin (3/8), dikutip dari Beritajakarta.

Menurutnya, tanaman palawija lebih sesuai dibudidayakan saat musim kemarau dibandingkan tanaman yang membutuhkan banyak air.

Sementara untuk tanaman padi seperti di wilayah Rorotan, kondisinya juga masih aman karena diperkirakan memasuki masa panen dalam dua pekan ke depan.

“Padi membutuhkan banyak air pada awal masa tanam. Saat ini tanaman di Rorotan sudah mendekati masa panen sehingga musim kemarau justru mendukung proses panen. Penanaman kembali akan dilakukan saat awal musim hujan,” jelasnya.

Selain keterbatasan air, Novy menuturkan, peningkatan serangan hama juga menjadi tantangan pada musim kemarau. Hama kutu putih pada tanaman buah serta serangan burung dan tikus di area persawahan perlu diantisipasi melalui pengendalian yang tepat.

"Meski, budidaya sayuran sayuran cukup berdampak di musim kemarau, kita masih bisa mengunakan sistem hidroponik. Karena kebutuhan air dan nutrisi dapat dipenuhi secara terukur," terangnya. 

Novy menambahkan, di musim kemarau juga menyebabkan debit air, salah satunya di kawasan Marunda Kepu mengalami penyusutan sehingga sejumlah kapal nelayan kandas. Akibatnya, nelayan harus menarik perahu secara manual ke perairan yang lebih dalam sebelum melaut.

“Kami akan berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air untuk melakukan pengerukan di lokasi tersebut agar aktivitas nelayan kembali lancar,” ucapnya.

Meski demikian, ia menyebut hasil tangkapan nelayan, khususnya rajungan yang ditangkap menggunakan bubu, masih cukup baik.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kebun Guyub Sundiro RW 014, Kelurahan Rorotan, Candra Putra Jaya mengungkapkan, cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan tanaman lebih cepat layu dan menurunkan hasil panen sekitar 20 hingga 30 persen.

“Tanah cukup kering sehingga kami melakukan penyiraman dua kali sehari, pagi dan sore. Beruntung kami memiliki sumur resapan sehingga kebutuhan air hingga kini masih tercukupi dan tanaman tetap terjaga,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Bapanas Pastikan Stok Kedel...
Ekonomi
Harga Daging Sapi di Goront...
Daerah
Pemkot Bandung Siapkan Tekn...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.