Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desa Harus Berswasembada Pangan

📅 Sabtu, 23 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Keterlibatan pihak lain, seperti Bank Mandiri atau perusahaan-perusahaan lain melalui dana CSR-nya, atau melalui pendampingan peningkatan pemberdayaan manusia. Jadi, saya minta betul, evaluasi ini bukan sekadar basa-basi, bukan hanya puja-puji, bukan hanya kita bisa menghabiskan anggaran, lalu setelah itu tak ada jejaknya.

Bagaimana sebaiknya desa wisata?

Saya minta desa-desa wisata di Indonesia agar menonjolkan ciri khas daerahnya masing-masing.Apabila desa itu digarap potensinya, maka desa itu akan memberikan pendapatan yang luar biasa.

Langkah menonjolkan ciri khas desa wisata dapat membangun citra yang kuat bagi suatu desa wisata sehingga dapat lebih menarik pengunjung untuk berwisata ke sana.

Pengembangan desa wisata memiliki dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Oleh karena itu, sektor pariwisata merupakan bidang strategis dalam pengembangan ekonomi suatu daerah sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal.

Dengan desa wisata seperti ini, apalagi jika pendapatannya hampir lima ratus juta per tahun, banyak yang bisa dilakukan. Oleh karena itu, jangan cepat puas untuk berbuat lebih baik dan maju Pak Kades.

Desa juga memiliki peluang lain di bidang perikanan dan kelautan. Ia mengatakan hasil perikanan, seperti pengeringan ikan, pembuatan ikan asin, serta produk olahan lainnya, seperti kerupuk ikan, abon ikan, atau terasi bisa dikembangkan lebih lanjut di desa.

Produk-produk olahan hasil kreativitas warga desa itu memiliki nilai tambah yang tinggi dan bisa dipasarkan secara lebih luas, baik di pasar lokal maupun pasar nasional.Potensi inilah yang akan mudah membawa keuntungan. Makanya,kita ingin desa memanfaatkan potensi baik di bidang perikanan dan kelautan.

Menurut Anda dari mana selayaknya memulai swasembada pangan?

Swasembada pangan harus dimulai dari desa. Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang lebih mandiri.Indonesia adalah negara besar, namun jika ketahanan pangan rapuh dapat membuatnya rentan. Sumber daya yang melimpah di desa dapat dimaksimalkan jika dipadukan dengan kolaborasi antara berbagai pihak.

Penting bagi Indonesia untuk tidak bergantung pada impor pangan dari luar. Dengan memanfaatkan potensi desa secara optimal, kebutuhan pangan dalam negeri dapat dipenuhi, tanpa harus bergantung pada negara lain.

Dalam mewujudkan swasembada pangan, pemerintah mendorong pemetaan potensi setiap daerah, terutama yang tertinggal. Melalui pemetaan ini, potensi lokal dapat dikembangkan secara lebih efektif dan terarah.

Pengembangan desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes) menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan. BUMDes dapat menjadi motor penggerak untuk meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
AS-Jepang Bersatu Intervens...
Daerah
Otsus Papua Dirancang untuk...

Selat Hormuz Macet Bikin Inggris di Ambang Resesi

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Selat Hormuz Macet Bikin In...
Megapolitan
150 Merek Industri Pendukun...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.