Desa Harus Berswasembada Pangan
Sabtu, 23 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisUntuk mencapai tujuan tersebut, Kemendes PDT mendorong seluruh pihak, baik dari perguruan tinggi, mahasiswa, maupun swasta, terlibat dalam membangun desa.
Makanya kampus harus maksimal, swasta juga bergerak dan ikut berkolaborasi, dan menurut saya ini akan bisa memenuhi target dari peningkatan ekonomi delapan persen itu tercapai.
Saya juga minta semua pihak untuk berperan aktif dalam memberdayakan potensi desa.Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya tragedi seperti di Jepang dan Korea Selatan, di mana masyarakat desanya telah berbondong-bondong melakukan urbanisasi.
Kita tidak mau tragedi Jepang, di mana Jepang saat ini penduduk desanya tersisa tujuh persen dan Korea Selatan 13 persen. Ini jangan sampai terjadi di Indonesia, bila itu terjadi akan membahayakan Indonesia.
Untuk mengantisipasi itu, potensi dan peluang peningkatan pembangunan desa seperti dari sektor pariwisata, agrobisnis bahkan harus terus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi desa.
Seperti swasembada pangan, energi bahkan bahan baku makan siang bergizi ada di desa. Jadi, penghasilan di desa tidak kalah dengan kota bisa sampai 10 juta–12 juta rupiah/bulannya.
Bagaimana agar semakin banyak anak muda terlibat membangun desa?
Saya meminta perguruan tinggi dan mahasiswa terlibat dalam pembangunan serta menggerakkan kegiatan ekonomi di desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Maka kerja sama seperti ini kita nantikan, perguruan tinggi pasti kita nantikan. Saya mengajak kepada mahasiswa nanti bila mana sudah wisuda (lulus) jangan berjibaku di kota, ayo kita membangun desa.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintahan dan perguruan tinggi dalam membangun desa melalui kewirausahaan kreatif yang berkontribusi bagi pengembangan ekonomi Indonesia.Karena, negara yang terdiri atas kepulauan dan meliputi 75.000 desa ini sangat berperan dalam menuju Indonesia Emas.
Dan kita tidak mau tragedi seperti di Jepang,di mana penduduk desa hanya tinggal 7 persen, Korea tinggal 13 persen, itu jangan sampai terjadi di Indonesia. Kalau itu terjadi maka akan membahayakan.
Peran mahasiswa dalam membangun desa sangat dibutuhkan. Sebab, potensi peningkatan pembangunan dari sektor wisata hingga swasembada pangan dapat dikembangkan oleh mereka guna mendukung peningkatan ekonomi nasional.
Karena kekuatan ekonomi itu adanya di desa, mau swasembada pangan ada di desa, energi ada di desa, bahkan bahan baku bergizi ada di desa.
Saat ini desa tidak kalah dengan kota, karena segala sumber daya ekonomi bergulir dan bersumber dari desa. Sehingga, kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, hingga swasta perlu dilakukan.
Hilirisasi untuk ekspor dan kebutuhan dalam negeri ada di desa. Maka bila mana ada pergeseran urbanisasi yang tidak bisa ditahan, akan menjadi bencana bagi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!