Sekjen PBB Desak G20 Selamatkan Perundingan Iklim yang Macet
📅 Selasa, 19 Nov 2024, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP / Luis ACOSTA
RIO DE JANEIRO – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres, pada hari Minggu (17/11), menyerukan kepada para pemimpin Kelompok 20 (G20) yang berkumpul di Rio de Janeiro untuk menyelamatkan Perundingan Iklim PBB yang terhenti di Azerbaijan dengan menunjukkan kepemimpinan dalam pengurangan emisi.
"Hasil yang sukses di COP29 masih dalam jangkauan, namun akan memerlukan kepemimpinan dan kompromi, khususnya dari negara-negara G20," kata Guterres, yang akan menghadiri pertemuan puncak ekonomi terbesar dunia mulai 18 November, dalam konferensi pers di Rio.
Dikutip dari The Straits Times, perundingan tahunan PBB di Baku menemui jalan buntu di titik tengah, karena negara-negara belum juga mencapai kesepakatan senilai 1 triliun dollar AS untuk investasi iklim di negara-negara berkembang setelah seminggu negosiasi.
Pembicaraan terhenti pada angka akhir, jenis pembiayaan, dan siapa yang harus membayar, dengan negara-negara Barat menginginkan Tiongkok dan negara-negara Teluk yang kaya untuk bergabung dalam daftar donor.
Berharap Ada Terobosan
Sebaiknya Anda baca juga:
Semua mata tertuju ke Rio dengan harapan terjadi terobosan. “Sorotan tentu saja tertuju pada G20. Mereka bertanggung jawab atas 80 persen emisi global,” kata Guterres, sambil menyerukan kelompok tersebut untuk memimpin dengan memberi contoh.
Iklim merupakan isu yang diajukan oleh beberapa pemimpin saat mereka bertemu di Rio.Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang singgah di Amazon, membicarakan pendanaan iklim bilateral senilai 11 miliar dollar AS yang telah dialokasikan pemerintahannya pada tahun 2024.
Ia juga, mengacu pada Presiden terpilih, Donald Trump, yang akan mengambil alih jabatannya dalam waktu dua bulan, menyatakan tidak seorang pun dapat membalikkan revolusi energi bersih yang diarahkan oleh pemerintahannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen, dan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, di Rio, bersama-sama meluncurkan kampanye untuk meningkatkan energi terbarukan di Afrika.
“Meningkatkan tiga kali lipat energi terbarukan secara global hingga tahun 2030 akan berarti pengurangan emisi CO2 (karbon dioksida) sebesar 10 miliar ton,” kata von der Leyen dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh kelompok advokasi Global Citizen.
Ia mengatakan UE tengah meningkatkan investasi di seluruh dunia untuk membangun infrastruktur energi terbarukan, “khususnya di Afrika” melalui program Gerbang Global blok tersebut yang dirancang untuk menyaingi Prakarsa Sabuk dan Jalan milik Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!