Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Perlu Netral dalam Persaingan AS-Tiongkok

📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Perlu Netral dalam Persaingan AS-Tiongkok Doc: ANTARA/ Handou
Ket. Direktur Eksekutif di Celios, Bhima Yudhistira

JAKARTA - Indonesia perlu menavigasi posisinya di tengah meningkatnya kompetisi geopolitik, terutama terkait potensi perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS)-Tiongkok.

Laporan Tiongkok-Indonesia Survey 2024 yang dirilis Center for Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan 78 persen responden mendukung sikap netral Indonesia dalam persaingan perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok.

“Fakta bahwa 78 persen orang Indonesia mendukung sikap netral dalam persaingan AS-Tiongkok mencerminkan keinginan yang kuat untuk mempertahankan otonomi nasional dalam kebijakan luar negeri,” kata Direktur Eksekutif di Celios Bhima Yudhistira dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/11).

Seiring berkembangnya pengaruh Tiongkok, terutama di sektor investasi dan perdagangan, 51 persen responden mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai pengaruh ekonomi Tiongkok di Indonesia.

"Hal ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Indonesia untuk tetap waspada, memastikan bahwa manfaat ekonomi dari hubungan ini tidak mengorbankan kedaulatan, lingkungan dan kesejahteraan rakyat," ujar Bhima.

Tiongkok-Indonesia Survey 2024 sendiri melibatkan 1.414 responden, yang bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas terkait dinamika yang berkembang dalam hubungan Indonesia dan Tiongkok, khususnya pada momen penting setelah transisi kepemimpinan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Dalam hasil survei itu, seiring berkembangnya pengaruh Tiongkok, terutama di sektor investasi dan perdagangan, 51 persen responden mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai pengaruh ekonomi Tiongkok di Indonesia.

“Hal ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Indonesia untuk tetap waspada, memastikan bahwa manfaat ekonomi dari hubungan ini tidak mengorbankan kedaulatan, lingkungan dan kesejahteraan rakyat," ujar Bhima.

Kerja Sama Bilateral

Sebagai dua negara dengan pengaruh terbesar di Asia, Indonesia dan Tiongkok telah menjalin hubungan bilateral yang semakin intensif dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini tercermin melalui kerja sama ekonomi yang signifikan di bawah payung Belt and Road Initiative (BRI), sebuah proyek ambisius yang digagas oleh Tiongkok.

Negeri tirai bambu ini telah mengucurkan dana investasi besar-besaran ke infrastruktur, mineral kritis, energi, dan sektor-sektor penting lainnya. Meskipun hubungan ekonomi kedua negara sangat kuat, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan ketergantungan, kedaulatan, serta isu-isu geopolitik dalam hubungannya dengan Tiongkok.

Direktur Tiongkok-Indonesia Desk di Celios Zulfikar Rakhmat menyatakan Survei Tiongkok-Indonesia 2024 menyoroti semakin kompleksnya hubungan Indonesia dengan Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.