Trump dan Xi Sepakat Redakan Perselisihan Tentang Tarif dan Tanah Jarang
📅 Kamis, 30 Okt 2025, 20:31 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
BUSAN – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Kamis (30/10) sepakat untuk meredakan perang dagang antara Tiongkok dan AS yang telah mengguncang pasar global. Dalam kesepakatan itu, Washington DC akan memangkas beberapa tarif dan Beijing berkomitmen untuk menjaga pasokan logam tanah jarang yang penting.
Trump menyebut pertemuan pertamanya dengan Xi dalam enam tahun sebagai "kesuksesan besar", sementara pemimpin Tiongkok tersebut mengatakan keduanya mencapai "konsensus penting" untuk menyelesaikan perselisihan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
"Saya pikir itu adalah pertemuan yang luar biasa," kata Trump setelah pembicaraan di Busan, Korea Selatan, memuji Xi sebagai pemimpin yang luar biasa dari negara yang sangat kuat dan mengatakan ia akan mengunjungi Tiongkok pada bulan April.
Trump menambahkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup Tiongkok untuk segera membeli kedelai dan produk pertanian lainnya dalam jumlah yang sangat besar, sebuah isu kunci bagi dukungan Trump di negara-negara pertanian dan titik ungkit bagi Beijing.
Pemimpin AS tersebut mengatakan pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan satu tahun yang dapat diperpanjang mengenai pasokan logam tanah jarang penting dari Tiongkok, bahan-bahan yang penting untuk komponen elektronik canggih di berbagai industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Perdagangan Beijing juga mengkonfirmasi akan menangguhkan selama satu tahun pembatasan ekspor tertentu, termasuk untuk bahan tanah jarang, sektor di mana Tiongkok sangat dominan.
"Semua tanah jarang telah diselesaikan, dan itu untuk dunia," kata Trump kepada para wartawan di Air Force One.
Xi mengatakan sebuah "konsensus" telah dicapai dan mendesak "pekerjaan lanjutan sesegera mungkin".
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump menambahkan bahwa pemimpin Tiongkok juga telah setuju untuk "bekerja sangat keras untuk menghentikan aliran" fentanil opioid yang mematikan, sebuah perdagangan yang dituduh Washington DC melibatkan Beijing.
"Saya mengenakan tarif 20 persen pada Tiongkok karena masuknya fentanil... dan berdasarkan pernyataannya hari ini, saya akan menguranginya sebesar 10 persen," kata Trump.
Dan dalam unggahan media sosial setelah meninggalkan Korea Selatan, Trump menyatakan “Para Petani Kita akan sangat senang! dengan hasil perundingan tersebut”.
Trump kemudian mengatakan dalam unggahannya bahwa Beijing akan memulai proses pembelian Energi Amerika, yang kemungkinan melibatkan minyak dan gas dari Alaska.
“Para pejabat dari Amerika Serikat dan Tiongkok akan bertemu untuk membahas kesepakatan energi tersebut,” ungkap dia.
Mitra dan Sahabat
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!