Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Manila Tak Halangi Interpol Tangkap Duterte

📅 Kamis, 14 Nov 2024, 02:45 WIB | Oleh:
Manila Tak Halangi Interpol Tangkap Duterte Doc: AFP/JAM STA ROSA
Ket. Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

MANILA – Pemerintah Filipina pada Rabu (13/11) mengatakan bahwa mereka tidak akan menghalangi jika mantan presiden Rodrigo Duterte ingin menyerahkan diri ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) dan akan berkewajiban untuk mematuhi Interpol jika ia ditangkap terkait perang melawan narkoba.

Dalam sidang kongres yang membahas mengenai tindakan keras berdarah terhadap perdagangan narkoba ilegal yang menewaskan ribuan warga Filipina, Duterte yang temperamental mengatakan bahwa ia tidak takut dengan ICC dan meminta ICC untuk mempercepat penyelidikan atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kantor Presiden Ferdinand Marcos Jr mengeluarkan pernyataan beberapa jam kemudian yang menunjukkan pihaknya bersedia mempertimbangkan penyerahan Duterte jika permintaan Interpol diajukan.

“Pemerintah akan merasa berkewajiban untuk mempertimbangkan red notice sebagai permintaan yang harus dihormati, dalam hal ini lembaga penegak hukum domestik harus terikat untuk memberikan kerja sama penuh,” kata Sekretaris Eksekutif Filipina, Lucas Bersamin.

Pernyataan ini penting, karena menandai pertama kalinya pemerintah Filipina menyatakan akan bekerja sama dengan ICC, yang pada tahun 2023 membuka jalan bagi penyelidikan terhadap kampanye berdarah yang menentukan masa jabatan kepresidenan Duterte tahun 2016-2022.

Duterte, 79 tahun, secara sepihak menarik Filipina dari ICC pada Maret 2019 setelah lembaga itu membuka pemeriksaan pendahuluan atas pembunuhan tersebut. Pengadilan mengatakan jaksa penuntutnya memiliki yurisdiksi atas dugaan kejahatan yang dilakukan sebelum penarikan tersebut.

Dalam pernyataan tersebut, Bersamin juga mengatakan pemerintah tidak akan berkeberatan atau menghalangi Duterte jika ia ingin menyerah.

Pembelaan

Duterte tetap menantang selama sidang tersebut saat ia membela tindakan kerasnya terhadap narkoba, yang merupakan inti utama kampanye pemilihannya, di mana ia menjanjikan ribuan orang akan terbunuh.

“(ICC) tidak membuat saya takut sedikit pun. Mereka bisa datang ke sini kapan saja. Saya kira Anda mungkin ingin mempermudah mereka untuk berkunjung dan memulai penyelidikan. Saya akan menyambut baik hal itu,” kata Duterte.

“Tidak ada yang perlu saya sembunyikan. Apa yang saya lakukan, saya lakukan untuk negara dan generasi muda. Tidak ada alasan. Tidak ada permintaan maaf. Kalau saya masuk neraka, biarlah,” imbuh dia seraya mengatakan bahwa ia mulai tidak sabar dan meminta ICC untuk bergegas dan datang ke sini besok dan memulai penyelidikan.  ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.