Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi Ungkap Perkembangan Terkini Aktivitas Gunung Marapi

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Geologi Ungkap Perkembangan Terkini Aktivitas Gunung Marapi Doc: Antara
Ket. Puncak Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat ditutupi awan.

Padang - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan sejumlah perkembangan aktivitas Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

"Erupsi atau letusan secara tidak kontinu masih berlanjut sampai saat ini sebagai akibat pasokan fluida/magma dari kedalaman tubuh gunung," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Minggu (27/4).

Padang Minggu pagi Pos Gunung Api setempat melaporkan terjadinya erupsi pukul 08.37 WIB. Kolom abu teramati dengan tinggi 1.000 meter di atas puncak. Sebelum erupsi ini terjadi, data pengamatan menunjukkan tidak ada pasokan fluida/magma dari kedalaman yang signifikan.

"Secara kegempaan tidak terlihat adanya peningkatan," kata Muhammad Wafid.

Data variasi kecepatan seismik saat ini berfluktuasi di sekitar nol dengan simpangan yang relatif kecil yang mengindikasikan tekanan (stress) pada tubuh gunung api relatif kecil. Koherensi bernilai sekitar 0,7 yang menggambarkan kondisi medium di dekat permukaan gunung menuju stabil.

Dari pantauan satelit terpantau laju emisi gas SO2 bersifat fluktuatif dan tidak menunjukkan pola peningkatan. Merujuk pengukuran terakhir 22 April 2025 tercatat sebanyak 187 ton/hari.

Wafid menjelaskan erupsi-erupsi Gunung Marapi diperkirakan terjadi karena buka tutup ventilasi konduit di bagian dasar Kawah Verbeek. Saat terjadi pengerasan lava karena proses pendinginan maka ventilasi konduit akan menutup, dan gas magmatik tidak dapat lepas ke atmosfir sehingga terjadi akumulasi tekanan di bagian dangkal dekat permukaan.

"Saat batas kejenuhan tekanan terlewati mengakibatkan terjadinya erupsi dan ventilasi konduit membuka kembali," jelas dia.

Proses seperti itu berulang dan selama dinamika pasokan fluida/magma dari kedalaman masih berlangsung maka erupsi-erupsi dapat terjadi kembali dengan tinggi kolom yang fluktuatif.

"Potensi terjadinya letusan masih tetap ada yang dapat terjadi sewaktu waktu sebagai bentuk dari pelepasan energi," kata dia mengingatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.