Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Perlu Naikkan Daya Saing Industri Pascakemenangan Trump

📅 Jumat, 08 Nov 2024, 01:25 WIB | Oleh:
RI Perlu Naikkan Daya Saing Industri Pascakemenangan Trump Doc: Jim WATSON/AFP
Ket. Donald Trump

JAKARTA – Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan dan memperbaiki daya saing industri guna mengantisipasi kemenangan Donald Trump pada Pilpres 2024 di Amerika Serikat (AS) yang akan mengurangi impor dari negara lain.

“Yang penting, Indonesia memperbaiki daya saing industri,” kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (7/11).

Mengingat kepemimpinan Trump pada periode sebelumnya, Esther mewaspadai kemungkinan naiknya tarif impor dari negara lain ke AS. Terlebih, Trump mengusung kebijakan American First yang lebih mengutamakan perekonomian domestik di negeri Paman Sam itu.

Maka dari itu, seperti dikutip dari Antara, Esther mengatakan pemerintah Indonesia disarankan untuk memperkuat industri dalam negeri guna meredam efek kebijakan Trump nantinya.

Rekomendasi yang senada juga diungkapkan oleh ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda. Dia mengimbau pemerintah Indonesia untuk memperkuat ekonomi domestik guna mengantisipasi efek kemenangan Trump.

“Paling utama adalah perlindungan untuk konsumsi domestik. Ketika kondisi global tidak memungkinkan untuk ditingkatkan, penguatan ekonomi dalam negeri menjadi strategi utama,” kata Huda.

Hambat Permintaan

Menurut Huda, hal ini perlu dilakukan karena Trump mempunyai hubungan yang kurang harmonis dengan Tiongkok yang berdampak pada timbulnya perang dagang. Kondisi itu menghambat permintaan barang dari negara lain untuk masuk ke dua negara tersebut.

Efeknya, tambah dia, produk Indonesia bisa makin tertekan, termasuk produk tekstil. Tekanan ini bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dari sisi perdagangan luar negeri yang tertahan.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia juga perlu mencari pangsa pasar ekspor alternatif selain pasar tradisional. Huda merekomendasikan pasar di Timur Tengah sebagai alternatif bagi Indonesia. “Pangsa pasar ekspor negara Timur Tengah bisa menjadi opsi bagi produk ekspor kita,” tutur dia.

Huda menyinggung dinamika perekonomian saat masa kepemimpinan periode pertama Trump sepanjang 2017–2021. Kala itu, Trump menurunkan tarif pajak secara drastis, dari 35 persen menjadi 21 persen, yang berimbas pada kenaikan inflasi. Federal Reserve (the Fed) kemudian menaikkan suku bunga untuk menanggulangi inflasi, mendorong derasnya aliran dana masuk ke AS.

“Artinya, (dampak kembali terpilihnya Trump) rupiah akan tertekan dan suku bunga acuan bisa naik kembali. Harga saham dalam negeri bisa melemah karena sentimen negatif kenaikan suku bunga acuan dalam negeri, investasi akan terhambat,” ujar Huda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pembangunan monumen galodo ...
Megapolitan
Pemanfaatan lahan kosong fa...

Bazar urban farming Jakarta Selatan

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Bazar urban farming Jakarta...

Lomba barista pelajar di Kota Kediri

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Lomba barista pelajar di Ko...
Daerah
Melihat Tradisi Nyadran Kra...

Gempa di Gunung Fuji, Sepuluh Orang Alami Cedera Ringan

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Luar Negeri
Gempa di Gunung Fuji, Sepul...

Pemanfaatan air tanah untuk pertanian

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemanfaatan air tanah untuk...
Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.