Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singapura dan Indonesia Akan Memulai Lembaran Baru Hubungan Bilateral

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 01:02 WIB | Oleh:
Singapura dan Indonesia Akan Memulai Lembaran Baru Hubungan Bilateral Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan PM Singapura Lawrence Wong seusai konferensi pers saat pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/11).

JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong, pada hari Rabu (6/11), mengatakan Singapura dan Indonesia akan memulai babak baru dalam hubungan bilateral mereka dengan berkolaborasi dalam peluang-peluang baru.  

Dikutip dari The Straits Times, PM Wong, yang juga Menteri Keuangan, mencatat meskipun ia dan Presiden Prabowo Subianto adalah pemimpin yang baru memulai peran baru mereka, mereka berdua mendapat manfaat dari pekerjaan pendahulu mereka.

“Sebagai pemimpin baru sekarang, kita berdua mampu menulis babak baru dalam hubungan bilateral kita dan membawa hubungan ini ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata PM Wong.

Ia berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan di Jakarta.

PM Wong dilantik sebagai Perdana Menteri Singapura pada tanggal 15 Mei, menggantikan Menteri Senior Lee Hsien Loong, sementara Prabowo dilantik sebagai Presiden Indonesia pada tanggal 20 Oktober.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan kembali hubungan erat antara kedua negara. Presiden Prabowo mengatakan kunjungan PM Wong sangat berarti karena ini merupakan kunjungan resmi pertama seorang pemimpin asing sejak pelantikannya.

“Singapura merupakan salah satu negara tetangga terdekat dan mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Kami memiliki kerja sama yang baik secara bilateral, dan juga dalam kerangka Asean,” kata Prabowo.

Perjalanan ini merupakan kali keempat PM Wong dan Prabowo bertemu pada tahun 2024. Pertemuan terakhir keduanya terjadi saat pelantikan Prabowo.

PM Wong sedang dalam kunjungan dua hari ke Indonesia dan tiba di Jakarta pada 5 November. Dia disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo.

PM Wong dan Prabowo juga bertemu selama Retret Pemimpin Singapura-Indonesia yang diselenggarakan oleh Presiden Indonesia saat itu Joko Widodo pada bulan April, dan sekali lagi pada bulan Juni, ketika Prabowo berada di Singapura untuk menyampaikan pidato khusus pada Dialog Shangri-La edisi ke-21.

Peluang Baru

Pada konferensi pers, Wong mengatakan kedua pemimpin membahas peluang baru untuk kolaborasi di tahun-tahun mendatang. Ini mencakup bidang-bidang, seperti pertahanan, teknologi digital, perawatan kesehatan, dan perdagangan.

Pada tahun 2023, Singapura mencatat 15,4 miliar dollar AS investasi langsung asing di negara kepulauan tersebut, dan perdagangan bilateral mencapai 69 miliar dollar AS pada tahun itu.

Kedua negara merupakan sumber utama kedatangan wisatawan satu sama lain. Singapura menyambut 2,3 juta wisatawan dari Indonesia pada tahun 2023, sementara Indonesia menerima 1,4 juta wisatawan dari Singapura pada tahun itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
KPK Dalami Peran Fuad Hasan...
Olahraga
Berapa Ranking FIFA Indones...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Berapa Ranking FIFA Indonesia Jika Menang Melawan Mozambik?

Berapa Ranking FIFA Indonesia Jika Menang Melawan Mozambik?

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.