Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Terperangkap Model Ekonomi Tidak Berkelanjutan

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tiongkok Terperangkap Model Ekonomi Tidak Berkelanjutan Doc: ISTIMEWA
Ket. 90 juta unit perumahan di seluruh Tiongkok kosong karena populasinya menurun. Pengembang real estat tidak dapat melayani pinjaman mereka.

JAKARTA - Goldman Sachs, pada Minggu (13/10), menaikkan proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2024 dan 2025 dengan mempertimbangkan kebijakan-kebijakan pro pertumbuhan yang diambil oleh negara itu barubaru ini. Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok diproyeksi tumbuh 4,9 persen pada 2024, naik dari proyeksi sebelumnya di angka 4,7 persen. Goldman Sachs juga memperkirakan ekonomi Tiongkok akan tumbuh 4,7 persen tahun depan, naik dari perkiraan sebelumnya yaitu 4,3 persen.

"Putaran terakhir dari stimulus Tiongkok jelas mengindikasikan bahwa para pembuat kebijakan telah beralih ke manajemen kebijakan siklis dan meningkatkan fokus mereka pada perekonomian" kata para ekonom di Goldman Sachs. Pakar hubungan internasional dari Universitas Brawijaya, Malang, Aswin Ariyanto Azis, mengatak n Goldman Sachs menaikkan proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2024 dan 2025 karena mempertimbangkan kebijakan-kebijakan pro pertumbuhan yang ditempuh negara itu baru-baru ini.

"Kebijakan Tiongkok yang pro pertumbuhan untuk mendorong perekonomian, antara lain adalah pelonggaran kebijakan moneter, dukungan terhadap sektor properti, dan peningkatan investasi infrastruktur," katanya. Tiongkok juga fokus pada pengembangan sektor teknologi melalui insentif, mendukung konsumsi domestik dengan berbagai subsidi, serta mereformasi pasar modal guna menarik investasi asing.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB Suhartoko, mengatakan pertumbuhan ekonomi suatu negara dalam mencapai produk domestik bruto (PDB) yang tinggi, mengikuti pola ketika PDB-nya rendah ke tinggi sampai maksimum. Selanjutnya, ketika akan mencapai PDB natural atau kapasitas penuh pertumbuhannya mulai menurun, sampai pada pertumbuhan ekonomi naturalnya. Nampaknya, Tiongkok sudah mulai mendekati PDB kapasitas penuh, sehingga pertumbuhan ekonominya menurun. Untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perlu investasi yang lebih besar dan terobosan-terobosan kebijakan di sisi produksi dan konsumsi.

Ekonomi Tidak Berkelanjutan

Sebelumnya, kolumnis untuk The Wall Street Journal, sekaligus akademisi di Hudson Institute, Walter Russell Mead, pada Senin (14/10), menulis bahwa Tiongkok telah jatuh dalam perangkapnya sendiri akibat bertumpu dalam model reformasi ekonomi yang tidak berkelanjutan.

Pilihan ekonomi yang diambil Tiongkok tampaknya akan mendorong penindasan yang lebih besar di dalam negeri dan meningkatkan ketegangan dengan negara tetangga dan mitra dagang di seluruh dunia. Laporan The Wall Street Journal baru-baru ini menyebutkan 90 juta unit perumahan di seluruh Tiongkok kosong karena populasinya menurun.

Pengembang real estat tidak dapat melayani pinjaman mereka. Pemerintah daerah, yang telah lama mendanai program mereka dengan penjualan tanah kepada pengembang, tenggelam dalam utang. "Keuntungan industri turun 17,8 persen dalam setahun terakhir. Pengangguran kaum muda terus meningkat," katanya. "Eropa dan AS merencanakan tarif baru terhadap banjir ekspor Tiongkok dengan harga murah yang diharapkan. Bank tidak ingin meminjamkan, dan orang asing tidak ingin berinvestasi."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.