Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Ahli: Penangkalan Nuklir Masih Menjadi Inti Strategi Militer Negara Besar

📅 Minggu, 13 Okt 2024, 14:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Ahli: Penangkalan Nuklir Masih Menjadi Inti Strategi Militer Negara Besar Doc: CNA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Ket. Taeko Oshioka, anggota Nihon Hidankyo, mencari pengunjung untuk menandatangani petisi guna meminta pemerintah Jepang menandatangani dan meratifikasi perjanjian pelarangan senjata nuklir, di depan Kubah Bom Atom yang dilestarikan setelah AS menjatuhkan bom atom di kota tersebut pada tahun 1945, di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima di Hiroshima, Jepang pada 12 Oktober 2024.

PARIS - Negara-negara bersenjata nuklir tidak punya niat untuk melepaskan bom atom sebagai bagian dari strategi militer mereka, kata para ahli setelah komite Hadiah Nobel Perdamaian mendesak agar "tabu" nuklir tidak dilemahkan.

Saat memberikan hadiah perdamaian tahun ini kepada Nihon Hidankyo Jepang, sebuah gerakan akar rumput para penyintas bom Hiroshima dan Nagasaki yang mendorong pelarangan senjata nuklir, pada hari Jumat (11/10) komite tersebut mengatakan bahwa serangan bom atom di kedua kota Jepang pada tahun 1945 telah menyebabkan "tabu nuklir" telah berada di bawah "tekanan" sejak saat itu.

Meskipun tidak ada satu pun negara pemilik senjata nuklir yang menggunakannya dalam perang sejak 1945, ancaman tersirat maupun tersurat untuk melakukannya merupakan bagian dari persenjataan mereka.

Moskow telah berulang kali mengacungkan ancaman nuklir dalam upaya mencegah Barat mendukung Ukraina, yang telah menangkis invasi Russia sejak Februari 2022.

Menurut Alexander Gabuev, Direktur di Carnegie Russia Eurasia Center, "bukanlah suatu kebetulan" bahwa Presiden Russia Vladimir Putin melontarkan ancaman nuklir pada malam menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tentang kemungkinan penggunaan rudal oleh Kyiv yang mampu menyerang wilayah Russia.

Komite Nobel ingin mengirim "sinyal kuat" ke Russia, kata Bruno Tertrais, ilmuwan politik di Yayasan Penelitian Strategis Prancis.

Russia, katanya, telah "menormalkan" bahkan "meremehkan", pembicaraan tentang penggunaan senjata nuklir sejak invasinya ke Ukraina.

Kremlin tidak sendirian.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan minggu lalu negaranya akanm menggunakan senjata nuklir tanpa "ragu-ragu" jika diserang oleh Korea Selatan dan sekutunya, AS.

Dan di Timur Tengah, Israel, satu-satunya negara bersenjata nuklir di kawasan itu, telah bersumpah akan memberikan respons yang "mematikan, tepat, dan mengejutkan" terhadap serangan langsung Iran di wilayah Israelpada tanggal 1 Oktober.

"Logika Penangkalan"

Sementara itu, Teheran telah secara signifikan meningkatkan program nuklirnya dan sekarang memiliki cukup bahan untuk membuat lebih dari tiga bom atom, menurut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Teheran bersikeras bahwa kegiatan nuklirnya sepenuhnya damai dan dirancang untuk menghasilkan energi.

"Logika penangkalan (deterrence) tertanam kuat di negara-negara yang memiliki senjata nuklir," kata Tertrais, namun ia menambahkan bahwa risiko penggunaan bom atom "tidak lebih besar sekarang dibandingkan lima tahun yang lalu".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.