Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Melemah Karena Faktor Teknikal

📅 Selasa, 01 Okt 2024, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Melemah Karena Faktor Teknikal Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah.

JAKARTA - Pengamat mata uang Rully Arya Wisnubroto mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi faktor teknikal.

"Sepertinya memang ada faktor teknikal mengingat rupiah sudah menguat signifikan dalam beberapa waktu," ujarnya ketika ditanya Antara, Jakarta, Selasa (1/10).

Hingga saat ini, kurs rupiah melemah 66 poin atau 0,44 persen menjadi Rp15.206 per dollar AS dari sebelumnya Rp15.140 per dollar AS.

Selain faktor teknikal, peningkatan lumayan drastis arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik mempengaruhi pelemahan rupiah.

"Memang arus modal asing keluar juga lumayan drastis di akhir-akhir bulan September," ucap Rully.

Bank Indonesia (BI) mengatakan aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik mencapai Rp9,73 triliun selama periode transaksi 23-26 September 2024. Nilai tersebut terdiri dari aliran modal asing keluar bersih di pasar saham Rp2,88 triliun, Surat Berharga Negara (SBN) Rp1,30 triliun, dan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp5,55 triliun.

Dengan demikian, sejak 1-26 September 2024, total modal asing masuk bersih di pasar SBN Rp31,07 triliun, di pasar saham Rp57,13 triliun, dan di SRBI Rp193,60 triliun.

Pada Senin (30/9), kurs rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan tergelincir menjadi Rp15.140 per dolar AS setelah rilis inflasi Indeks Harga Belanja Personal atau Personal Consumption Expenditure (PCE) Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari ekspektasi.

Pada akhir perdagangan Senin, rupiah merosot 15 poin atau 0,10 persen menjadi Rp15.140 per dollar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.125 per dollar AS.

"Indeks PCE secara bulanan di bulan Agustus turun ke 0,1 persen'month on month'(mom) dari 0,2 persen mom, sesuai dengan ekspektasi. Namun, Indeks Harga PCE tahunan menurun ke 2,2 persen year on year (yoy), lebih rendah dari ekspektasi 2,3 persen yoy," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.