IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLONDON - Juru bicara Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) pada Senin (20/4) menyampaikan bahwa situasi di perairan dekat Selat Hormuz masih bergejolak, dan mengimbau kapal-kapal di area itu untuk ekstra waspada.
“Situasinya masih terus bergejolak. Kapal-kapal harus ekstra waspada dan tidak mengambil risiko tanpa jaminan keamanan,” kata sang juru bicara dalam sebuah pernyataan.
Menurut informasi yang dirilis di situs web IMO, per 19 April, total 24 serangan terhadap kapal di perairan yang terdampak telah dikonfirmasi, yang menyebabkan tewasnya 10 pelaut.
IMO, lembaga khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan maritim, serta pencegahan pencemaran laut dan atmosfer dari kapal, menyerukan deeskalasi, dialog, dan kerja sama multilateral terkait situasi di Selat Hormuz.
Perpanjangan Gencatan Senjata
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan di Selat Hormuz saat ini juga membayangi prospek perundingan baru Amerika Serikat (AS) dan Iran menjelang berakhirnya gencatan senjata berdurasi dua pekan kedua negara yang berakhir Rabu (22/4) waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump menggambarkan perpanjangan gencatan senjata “sangat kecil kemungkinannya”. Trump juga memperkirakan serangan akan berlanjut jika tidak ada kesepakatan yang tercapai antara negaranya dan Iran.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa Washington berupaya menjaga jalur diplomatik tetap terbuka. Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin putaran pertama perundingan tatap muka, rencananya berangkat ke Islamabad pada Selasa untuk melakukan pembicaraan, seperti dilansir Axios, mengutip sumber-sumber AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memberi sinyal keterbukaan bersyarat untuk berinteraksi, Trump mengatakan kepada The Washington Post bahwa dia bersedia bertemu para pemimpin senior Iran jika terdapat terobosan terkait situasi dengan Iran.
Dalam wawancara terpisah dengan Bloomberg, Trump menyatakan kehadiran pribadinya dalam perundingan mungkin tidak diperlukan.
Namun, sinyal dari Teheran tetap beragam. Axios melaporkan bahwa tim Iran menerima lampu hijau dari pemimpin tertinggi pada Senin (20/4) malam waktu setempat untuk terlibat dalam perundingan dengan AS, tetapi para pejabat belum mengonfirmasi partisipasi tersebut.
Sebelumnya pada Senin yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa Iran saat ini belum memiliki rencana untuk mengadakan putaran kedua perundingan dan bahwa tindakan Amerika Serikat sama sekali tidak menunjukkan keseriusannya dalam menempuh proses diplomatik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!