Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

📅 Senin, 13 Apr 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Doc: RRI/Magdalena Krisnawati
Ket. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti

JAKARTA – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti memastikan, Bank Indonesia akan all out menjaga stabilitas rupiah. Saat ini, BI bahkan 24 jam melakukan pemantauan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.

Karena BI juga melakukan pemantauan di pasar luar negeri, mulai dari Asia, Eropa dan Amerika Serikat. “Jadi kita tetap melek, kita juga mengoptimalkan keberadaan kantor perwakilan BI di luar negeri,” kata Destry dalam acara Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4).

Nilai tukar rupiah terus melemah sejak pecah perang antara AS dan Iran pada akhir Februari 2026. Berdasarkan data BI, pelemahannya hingga saat ini sekitar 1,91 persen.

Namun pelemahan rupiah masih lebih rendah dibandingkan mata uang negara lainnya di kawasan. Di antaranya, Won Korea Selatan melemah 2,93 persen, Baht Thailand melemah 3,32 persen dan Peso Filipina melemah 3,85 persen.

Menurut Destry, kondisi global yang memburuk akibat perang menyebabkan arus keluar modal asing dari negara emerging markets. Kondisi inilah yang membuat nilai tukar rupiah berfluktuasi dan cenderung melemah.

BI memastikan untuk terus berada di pasar, baik di pasar spot, pasar dalam negeri (DNDF) dan pasar luar negeri (NDF). “Dari BI kita akan terus ‘all out’ untuk menjaga stabilitas, dan volatilitas nilai tukar akan terus kita perhatikan,” ucap Destry.

“Kita akan melakukan intervensi pasar secara terukur, continue dan timely atau pada saat yang tepat. Jadi kita akan berada di pasar selama 24 jam,” ujar dia.

Selain itu, BI akan menjaga likuiditas pasar dengan manargetkan base money tidak kurang dari 10 persen. Base money merupakan jumlah uang beredar di masyarakat ditambah cadangan minimum perbankan komersil yang disimpan di BI.

Pertumbuhan base money sekarang, kata Destry, sudah di atas 12 persen, yang menunjukkan BI tetap melakukan ekspansi. Selain itu, BI bersinergi dengan pemerintah dalam melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN),

Di sisi lain, BI juga melakukan penjualan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik dana asing masuk ke dalam negeri. Penyerapan SRBI pada pekan kemarin, tercatat mencapai Rp32 triliun dengan imbal hasil naik.

Sementara itu, untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS, BI mendorong penggunaan transaksi dengan mata uang lokal. Local Currency Transaction (LCT) adalah transaksi antara Indonesia dengan negara lain, dengan memanfaatkan mata uang negara bersangkutan.

Saat ini Indonesia sudah menggunakan LCT dalam transaksi dengan negara Tiongkok, Jepang, Malaysia, Korea dan Thailand. “Kalau penggunaan LCT terus diperluas, karena tidak harus menggunakan dolar, maka tekanan terhadap nilai tukar rupiah bisa dikurangi,” kata Destry. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.