Investor Global Enggan Berinvestasi
📅 Selasa, 01 Okt 2024, 08:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Indonesia harus segera memperbaiki masalah investasinya lantaran banyak perusahaan skala global enggan merealisasikan investasinya. Terbaru, perusahaan milik Elon Musk, SpaceX berencana menanamkan investasi senilai 1,5 miliar dollar AS atau sekitar 22,6 triliun rupiah terkait layanan satelit Starlink di Vietnam.
Hal ini tentu jauh dari harapan pemerintah RI, sebab CEO Starlink Elon Musk pada Mei lalu datang ke Bali. Saat itu, pemerintah sangat berharap agar bos Starlink tersebut menanamkan investasinya di RI.
Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan Indonesia memang tak menarik bagi investor. "Jika Indonesia merupakan destinasi investasi yang potensial, memiliki aspek menarik investasi yang bagus, tidak mungkin Apple, Microsoft hingga SpaceX mengurungkan niat untuk investasi di Indonesia," tegasnya kepada Koran Jakarta, Senin (30/9).
Dia mengatakan investor besar global tak menanamkan investasinya di Indonesia. Sebaliknya, mereka memilih negara lain di Asean sebagai destinasi investasi.
Dia menambahkan pekerjaan rumah bagi pemerintah masih banyak mulai dari sumber daya manusia (SDM) hingga perilaku koruptif pejabat. Hal tersebut masih menjadi ganjalan utama menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menekankan jika investasinya di sektor tambang semakin besar, sampai 100 tahun pun Indonesia tidak dapat menjadi negara maju.
Seperti diketahui, perusahaan milik Elon Musk, SpaceX berencana menanamkan investasi senilai 1,5 miliar dollar AS atau sekitar 22,6 triliun rupiah (kurs saat ini 15.126 ru
piah/ dollar AS) terkait layanan satelit Starlink di Vietnam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rencana tersebut dikabarkan akan dilakukan dalam waktu dekat.
Rencana perusahaan asal AS berinvestasi senilai 1,5 miliar dollar AS di Vietnam ini setelah adanya pertemuan antara Wakil Presiden Senior perusahaan Tim Hughes dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis To Lam.
Pemerintah Vietnam tahun lalu mengatakan bahwa SpaceX tertarik untuk menyediakan layanan satelit orbit di negara tersebut.
Sedangkan pada awal tahun ini, Reuters melaporkan bahwa rencana tersebut ditunda.
Sementara itu, Lam mengatakan kepada Starlink milik Elon Musk, anak perusahaan SpaceX, negaranya akan berkoordinasi dengan mitra domestik untuk menyelesaikan prosedur investasi.
Adapun Indonesia Pernah Ajak Elon Investasi di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!