“Sokotra', Galapagos dari Samudra Hindia
📅 Senin, 30 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Peter MARTELL/AFP
Di lepas pantai tenggara Yaman di timur Samudra Hindia terdapat Kepulauan Sokotra. Karena lokasinya yang cukup terpencil, pulau yang sangat indah ini kurang dikenal luas di dunia sebagai tujuan wisata dunia.
P
ulau Sokotra di timur samudra Hindia banyak disebut sebagai "the Galapagos of the Indian Ocean" atau Galapagos-nya Samudra Hindia. Hal ini karena kepulauan ini menawarkan kehidupan yang sama sekali berbeda dengan umumnya yang ada dunia.
Kepulauan Sokotra terletak 402 kilometer di lepas pantai Yaman dan sekitar 96 kilometer di lepas pantai Tanduk Afrika. Kepulauan Sokotra terdiri dari empat pulau dan dua pulau kecil berbatu. Tempat ini merupakan rumah bagi flora dan fauna spektakuler yang tidak akan ditemukan di tempat lain di Bumi, yang sekaligus menjadi keunikannya.
Pulau utama Sokotra merupakan pulau terbesar dengan kondisi geologis yang beragam terdiri dari dataran tinggi terjal dengan permukaan laut yang bervariasi. Vegetasinya meliputi semak belukar kering dan sukulen serta hutan semi-hijau, serta hutan hijau dan padang rumput. Sementara itu pulau-pulau lainnya lebih kecil, cenderung kering dan gersang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain spesies tumbuhan dan hewan endemik pulau tersebut, Sokotra dihuni sekitar 60.000 orang yang tinggal di pulau utama. Mereka telah tinggal di pulau-pulau ini selama ribuan tahun, dan berbicara dalam bahasa asli mereka sendiri yang dinamakan Sokotri.
Meski terpencil, sebenarnya pulau-pulau tersebut masuk dalam bagian rute perdagangan selama berabad-abad. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya artefak di pulau-pulau tersebut dari para pelaut yang berasal dari abad pertama sebelum masehi (SM).
Namun seperti yang telah disebutkan, yang membuat Sokotra begitu istimewa adalah tumbuhan dan hewan yang ditemukan di sana. Itulah salah satu alasan mengapa kepulauan ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2008.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut penelitian, Sokotra telah ada sebagai pulau selama setidaknya 20 juta tahun. Tempat ini menarik bagi burung, serangga, dan biji-bijian yang terbawa angin, yang membuatnya memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa.
Ketika ahli biologi Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan survei terhadap pulau-pulau tersebut pada tahun 1990-an, mereka menemukan bahwa terdapat hampir 700 spesies endemik. Artinya spesies-spesies tersebut hanya ditemukan di sana.
Dua tempat lain di dunia yang yang memiliki kondisi serupa atau memiliki banyak spesies asli yang tidak ditemukan di tempat lain adalah Hawaii, New Caledonia, dan Kepulauan Galapagos. Dari 825 spesies tanaman yang ditemukan di Sokotra, 37 persen merupakan tanaman endemik.
Mungkin tanaman asli Sokotra yang paling terkenal adalah pohon darah naga (Dracaena cinnabari). Dinamai demikian karena getah merahnya telah digunakan sebagai bahan pewarna dan obat-obatan. Selain itu ada banyak tanaman lain yang tidak biasa seperti Adenium socotranum yang juga dikenal sebagai mawar gurun Sokotra.
Pohon-pohon dan tanaman mungkin tampak aneh di Sokotra, tetapi pulau-pulau tersebut juga merupakan rumah bagi hewan-hewan langka. Lebih dari 90 persen reptilnya merupakan endemik di kepulauan tersebut. Hampir 200 burung darat dan laut banyak di antaranya terancam hidup dan bermigrasi melalui Sokotra, seperti burung madu Sokotra, burung nasar Mesir, burung kormoran Sokotra, dan burung bunting Sokotra.
Selain kehidupan darat, Sokrotra juga memiliki kehidupan laut yang juga berkembang pesat di sini. Dunia lautnya memiliki campuran spesies dari berbagai wilayah biogeografis (Samudra Hindia Barat, Laut Merah, Afrika Timur, dan Indo-Pasifik yang lebih luas).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!