Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keroyokan Melestarikan Bentang Alam Bukit Tiga Puluh

📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 20:06 WIB | Oleh:
Keroyokan Melestarikan Bentang Alam Bukit Tiga Puluh Doc: ist
Ket. hutan taman nasional bukit tiga puluh

JAMBI– Berbagai pihak dilibatkan dalam upaya melestarikan bentang alam Bukit Tigapuluh, kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Manajer Program Komunikasi dan Informasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Rudi Syaf, di Jambi, Kamis, mengatakan kerja bersama itu melibatkan berbagai pihak, berangkat dari kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui upaya konservasi.

"Namanya Platform Kolaborasi Bukit Tigapuluh. Itu mencoba mengajak semua pihak yang ada di lanskap Bukit Tigapuluh untuk peduli dengan kondisi tutupan hutan di dalam taman nasional dan di luar taman (kawasan)," katanya. Ia menjelaskan, program kolaborasi itu nantinya akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk masyarakat yang berada di bentang alam (lanskap) Bukit Tigapuluh.

Praktik baik yang akan dilakukan di antaranya menjaga bagaimana gajah di lanskap tersebut bisa selamat serta mampu berinteraksi positif dengan manusia. Ia menambahkan, forum itu akan menitikberatkan diskusi terkait keberlanjutan pelestarian terutama gajah yang berada di bentang alam tersebut.

"Ada masyarakat, bagaimana masyarakat bisa sejahtera dan bagaimana gajah bisa selamat, berinteraksi positif dengan dengan manusia. Tapi itu semacam forum diskusi, namanya Platform Kolaborasi Bukit Tigapuluh," jelasnya.Sebelumnya, Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko menyampaikan bahwa lanskap Bukit Tigapuluh merupakan salah satu kawasan hutan dataran rendah dan perbukitan di Provinsi Jambi.

Cakupan kawasannya meliputi dua kabupaten yaitu Tebo dan Tanjung Jabung Barat, dengan luas kurang lebih 270 ribu hektare. Kawasan ini memiliki peran strategis dalam konservasi keanekaragaman hayati dan menjadi habitat penting bagi spesies kunci yang terancam punah.

Ada sekitar 10 persen populasi gajah sumatera dataran rendah, 10 persen populasi harimau sumatera liar, serta orangutan sumatera yang hidup dan berkembang di lokasi habitat asli (reintroduksi) satwa. Menurut dia, lanskap itu menjadi areal penting dalam pembangunan hutan tanaman industri, areal pengembangan perhutanan sosial dan berbatasan dengan areal-areal budidaya komoditas tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Situasi tersebut mengancam kemampuan alami lanskap sebagai habitat bagi spesies-spesies kunci dan ikonik Sumatera. Ia menilai, diperlukan upaya bersama dalam perbaikan tata kelola lanskap agar dapat menjadi ruang hidup bersama yang kondusif.

Selain itu, mampu menjaga keberadaan satwa-satwa ikonik Sumatera ini dalam kondisi yang baik serta populasi yang stabil dalam jangka panjang. Hanya saja, upaya itu membutuhkan peran ataupun kontribusi positif para pihak terutama pemerintah baik pusat dan daerah, penggiat konservasi dan sosial di tingkat lokal dan nasional, serta akademisi. Kemudian pengelola areal di tingkat tapak baik perusahaan swasta maupun masyarakat di dalam dan sekitar lanskap tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.