Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar UNJ: Prabowo Tunjukkan Konsistensi Kuat dalam Isu Ketahanan dan Kedaulatan Pangan

📅 Senin, 20 Okt 2025, 07:49 WIB | Oleh:
Guru Besar UNJ: Prabowo Tunjukkan Konsistensi Kuat dalam Isu Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Doc: Antara Foto
Ket. Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Abdul Haris Fatgehipon.

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Abdul Haris Fatgehipon mengatakan dalam tahun pertama kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan konsistensi kuat terhadap isu ketahanan dan kedaulatan pangan.

Ia menyebut kedaulatan pangan merupakan syarat mutlak bagi bangsa yang benar-benar merdeka.

“Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya kemandirian pangan. Ketergantungan pada impor sama saja membuka pintu intervensi asing," kata Prof. Abdul dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia menegaskan suatu bangsa akan dihormati dan berdaulat bila perut rakyatnya tidak bergantung pada negara lain.

Untuk itu, menurutnya, langkah Presiden yang melibatkan masyarakat, pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), TNI, Polri, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) daerah dalam memperkuat produksi pangan nasional menunjukkan pendekatan kolaboratif dan strategis.

Kedaulatan pangan, kata dia, tidak bisa hanya dibangun oleh kementerian teknis, tetapi harus menjadi gerakan nasional lintas sektor, sehingga hal tersebut benar-benar terjadi di berbagai daerah termasuk wawancara saya kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Maluku.

Dengan begitu, Haris mengingatkan Indonesia perlu kembali memperkuat jati dirinya sebagai bangsa agraris dan maritim.

Ia pun menyinggung sejarah awal kemerdekaan Indonesia ketika Perdana Menteri Sutan Sjahrir pada 1946 mengirimkan 500 ribu ton beras ke India yang tengah dilanda kelaparan.

“Itu diplomasi beras yang membanggakan. Indonesia baru merdeka saja sudah mampu membantu negara lain,” tuturnya.

Lebih jauh, dia menilai kebijakan Presiden di sektor pertanian mencerminkan semangat yang pernah ditunjukkan oleh Presiden Ke-2 RI Soeharto dalam memperkuat kesejahteraan petani.

Langkah konkret Presiden Prabowo, lanjut dia, antara lain memperbesar anggaran sektor pertanian, menaikkan harga gabah yang dibeli Bulog menjadi Rp6.500 per kilogram pada 2025, serta memperluas subsidi pupuk yang kini cukup dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tanpa perlu Kartu Tani.

Selain itu, Haris menambahkan Presiden Prabowo juga mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 yang menempatkan seluruh penyuluh pertanian langsung di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai pegawai pusat.

Dia berpendapat kebijakan tersebut akan mempercepat pendampingan petani di lapangan dan memastikan efektivitas penyuluhan pertanian.

Dikatakan bahwa Pemerintah saat ini juga mempercepat pembangunan sektor pertanian melalui 48 proyek bendungan dan sembilan jaringan irigasi yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.