Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menbud Dorong Bukittinggi jadi Kota Perjuangan Indonesia

📅 Minggu, 21 Jun 2026, 18:40 WIB | Oleh:
Menbud Dorong Bukittinggi jadi Kota Perjuangan Indonesia Doc: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri)

JAKARTA - Peringatan 100 Tahun Jam Gadang kembali mengingatkan peran penting Bukittinggi dalam sejarah perjalanan Republik Indonesia. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menilai kota tersebut layak dikenal sebagai Kota Perjuangan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Internasional Merajut Tenun Diplomasi antara Indonesia dan Belanda di Bukittinggi. Seminar itu membahas perjalanan pergerakan kemerdekaan hingga repatriasi dalam hubungan sejarah kedua negara tersebut.

Menurut dia, Bukittinggi bukan sekadar destinasi wisata yang dikenal melalui keberadaan Jam Gadang hingga sekarang. Kota tersebut melahirkan banyak tokoh bangsa dan menjadi pusat perjuangan pada masa kemerdekaan Indonesia.

"Bukittinggi memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Saya termasuk yang sejak lama mendorong agar Bukittinggi dikenal sebagai Kota Perjuangan karena peran historisnya yang sangat besar," kata dia, Minggu (21/6).

Ia mengingatkan Sumatra Barat dan Bukittinggi memiliki posisi strategis dalam sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Keberadaan PDRI menjadi penopang negara ketika pemerintahan pusat menghadapi tekanan akibat agresi militer Belanda.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga menyoroti peringatan satu abad Jam Gadang yang berlangsung tahun ini. Menurutnya, bangunan ikonik tersebut bukan hanya penanda waktu, melainkan simbol perjalanan sejarah masyarakat Minangkabau.

Jam Gadang dibangun pada masa kolonial sebagai hadiah Ratu Wilhelmina kepada masyarakat Bukittinggi saat itu. “Menara ini dirancang Yazid Rajo Mangkuto dan kini menjadi identitas budaya masyarakat Minangkabau yang kuat," tutur dia.

Ia menilai hubungan Indonesia dan Belanda terus berkembang melalui berbagai kerja sama kebudayaan yang konstruktif. Salah satu bentuknya adalah program repatriasi benda budaya Indonesia dari Belanda dalam beberapa tahun terakhir.

Program repatriasi dinilai menjadi langkah penting menghadirkan keadilan sejarah bagi bangsa Indonesia secara berkelanjutan. Upaya tersebut juga memperkuat hubungan kedua negara melalui pendekatan kebudayaan yang saling menghormati dan menghargai.

Sementara itu, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyampaikan pandangannya melalui sambungan video. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Belanda kini berkembang tidak hanya bertumpu pada sejarah masa lalu.

Ia mengatakan, hubungan kedua negara juga diperkuat melalui kerja sama pendidikan dan kebudayaan yang terus berkembang bersama. "Pemerintah berharap peringatan 100 Tahun Jam Gadang memperkuat kesadaran sejarah dan peran Bukittinggi bagi republik," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Ribuan Warga Padati CFD PLN...
Luar Negeri
Bukan Bersisik, Fosil Dinos...

Hadapi El Nino, BMKG Ajak Masyarakat Hemat Air

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Hadapi El Nino, BMKG Ajak M...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.