Jastip Jakarta Fair 2026 Kebanjiran Cuan, Jastiper Bisa Raup Omzet Jutaan Rupiah
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 18:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tidak hanya menghadirkan keuntungan bagi peserta pameran dan pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku jasa titip atau jastip. Memasuki pekan kedua penyelenggaraan, aktivitas para jastiper semakin terlihat di berbagai area pameran dengan membawa tas besar hingga koper untuk menampung barang pesanan pelanggan.
Meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap Jakarta Fair membuat layanan jastip menjadi salah satu sektor yang ikut merasakan dampak positif dari event tahunan tersebut. Para jastiper memanfaatkan berbagai promo dan produk eksklusif yang hanya tersedia selama pameran untuk memenuhi permintaan pelanggan dari berbagai daerah.
Salah seorang jastiper, Asrofi, mengungkapkan bahwa Jakarta Fair menjadi momentum yang mampu mendatangkan omzet hingga jutaan rupiah dalam satu kali kunjungan. Ia menerapkan biaya jasa yang bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp15.000 untuk setiap barang yang dibelikan.
“Jadi pasar kita bukan hanya langsung ke konsumen, tapi jastiper lain juga. Istilahnya bisa dire-jastip sama yang lainnya. Makanya kita ambil margin tipis tapi asal pesanannya banyak,” kata Asrofi.
Datang bersama sang istri, Asrofi juga menilai keberadaan pusat informasi yang tersebar di sejumlah titik Jakarta Fair sangat membantu aktivitasnya dalam mencari lokasi tenant dan produk yang dipesan pelanggan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Untuk denah tahun ini lebih mudah karena ada banyak booth pusat informasi. Misalnya kita ngga tau, bisa langsung nanya untuk minta peta JFK, standnya. Jadi ngga harus nyari-nyari lagi,” ujarnya.
Meski terlihat menjanjikan, profesi jastiper menurutnya tidak bisa dijalankan secara sembarangan. Selain membutuhkan tenaga dan ketahanan fisik, pelaku jasa titip juga dituntut memahami detail produk yang dipesan agar tidak terjadi kesalahan saat berbelanja.
“Tantangannya ya harus mau capek, apa lagi yang kita belanjain ini kan bukan punya sendiri. Kita juga harus rajin riset tentang produknya, pastiin harganya benar atau nggak, terus kita rekap dan bikin katalog. Jadi nanti untuk pelaksanaannya, belanjanya jadi lebih enak dan lancar,” paparnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengalaman serupa juga dirasakan Anggun (33), jastiper yang mengaku telah tiga kali mengunjungi Jakarta Fair dalam kurun waktu sepekan. Ia menerapkan sistem pengumpulan pesanan terlebih dahulu melalui grup WhatsApp sebelum memutuskan datang ke lokasi pameran.
“Aku ambilnya dengan kumpulin orderan dulu, kalau sudah (masuk) 50 sampai 100 (pcs) pesanan baru kesini. Karena untuk bayar admin, parkir, bensin, dan semuanya kan mesti dihitung ya,” kata Anggun saat ditemui di area Selasar Hall D Jakarta Fair 2026.
Anggun yang telah menjalankan usaha jasa titip sejak 2018 mengatakan sebagian besar pelanggan memburu produk-produk yang sedang populer serta merchandise unik yang sulit ditemukan di luar area pameran.
“Makanan kan sebenarnya gampang didapat di warung, cuma mereka (pelanggan) tuh ngincar hadiah-hadiah dan tas-tas lucunya hanya di Jakarta Fair,” ujarnya.
Menurutnya, daya tarik Jakarta Fair juga menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pelanggan yang berasal dari luar Jakarta dan memanfaatkan layanan jastip untuk mendapatkan produk incaran mereka.
“(Pelanggan) aku paling jauh dari Bali, Surabaya, Kalimantan, dan Makassar juga ada,” tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!