Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ini Hal Baru, Gempa Bumi Melanda Garut Bukan Sesar Garsela

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ternyata Ini Hal Baru, Gempa Bumi Melanda Garut Bukan Sesar Garsela Doc: ANTARA/Feri
Ket. Kepala BNPB Suharyanto (kanan), Penjabat Gubernur Jabar Bry Machmudin (kedua kanan), dan Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin (kiri) memberikan keterangan pers saat persiapan meninjau daerah terdampak gempa bumi di Kantor Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (19/9/2024).

Garut - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan gempa bumi yang melanda Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, bukan dampak dari Sesar Garsela yang sudah diketahui sebelumnya, tapi ada sesar baru yang saat ini sedang diteliti.

"Bukan Sesar Garsela, bukan, jadi sesar yang nanti para ahli itu akan melihat," kata Kepala BNPB Suharyanto saat persiapan meninjau daerah terdampak gempa bumi di Kantor Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Kamis.

Ia menjelaskan gempa yang berlokasi di Kabupaten Bandung dan Garut berdasarkan kajian bukan dipicu karena gempa Sesar Garsela yang sudah diketahui sebelumnya.

Gempa yang terjadi kali ini, kata dia, merupakan sesar baru, sepertihalnya gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur merupakan sesar yang baru diketahui.

"Pas gempa ini sesarnya sesar baru, bukan sesar yang sudah diketahui sebelumnya," kata Suharyanto.

Ia mengatakan sesar baru yang ditemukan di Cianjur berdasarkan kajian paling parah dampaknya berada di daerah Cugenang, kemudian diberi nama Sesar Cugenang.

Menurut dia, nanti hasil kajian di lapangan terkait sesar baru yang ada di Kecamatan Pasirwangi, Garut ini bisa jadi diberi nama Sesar Pasirwangi.

"Seperti Cianjur, Cianjur itu sesar baru, di Kampung Cugenang yang paling parah, makanya langsung dinamai Sesar Cugenang, nanti mungkin ini dikasih nama Sesar Pasirwangi," katanya.

Ia menyebutkan berdasarkan data bahwa jumlah sesar selama ini tercatat sebanyak 272 sesar di seluruh Indonesia, termasuk sesar yang ada di Kabupaten Garut.

Adanya potensi gempa bumi di Garut itu, kata dia, harus menjadi perhatian semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan karena kejadian bencana gempa bumi itu tidak dapat diketahui kapan akan terjadi.

"Walaupun belum pernah terjadi sebelumnya, ya hati-hati, kalau gempa bumi itu bukan gempanya yang membunuh, tapi bangunan yang menimpa orang, sehingga kalau ada gempa bumi harus lari ke tempat terbuka," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.