Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transplantasi Rambut Lagi Tren, Ketahui Dulu Risikonya

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 12:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transplantasi Rambut Lagi Tren, Ketahui Dulu Risikonya Doc: antara
Ket. Vokalis grup Slank, Kaka, percaya diri usai menjalani transplantasi rambut.

Adam Taylor, Lancaster University

Kerontokan rambut bisa memengaruhi fase tertentu dalam hidup seseorang. Meski kondisi ini umum terjadi, transplantasi rambut untuk mengatasi kebotakan merupakan bisnis menggiurkan yang menggaet banyak peminat.

Di Eropa, contohnya, minat terhadap transplantasi rambut meningkat 240% antara tahun 2010 dan 2021. Turki menjadi destinasi paling populer untuk transplantasi rambut sehingga beberapa orang memelesetkan nama Turkey Airlines, maskapai penerbangan terbesar di negara itu menjadi "Turkey Hairlines".

Kerontokan rambut merupakan kondisi yang normal. Manusia biasanya kehilangan sekitar 50-100 helai rambut setiap hari-yang kemudian akan tumbuh kembali. Namun, pertumbuhan rambut akan melambat seiring bertambahnya usia seperti bagian tubuh lainnya.

Aktivitas kelenjar sebasea yang berperan menghasilkan minyak dan membuat rambut berkilau akan berkurang sehingga rambut tampak lebih kusam. Produktivitas beberapa folikel rambut, tempat tumbuhnya rambut juga menurun, membuat rambut lebih tipis dan beberapa di antaranya mungkin berhenti sama sekali sehingga rambut kian jarang.

Meski begitu, penipisan rambut dan kebotakan masih mendapat stigma buruk sehingga makin banyak orang memilih transplantasi rambut.

Mengenal transplantasi rambut

Transplantasi rambut, tanam rambut, atau cangkok rambut merupakan prosedur bedah plastik yang tidak ditanggung oleh layanan asuransi universal seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Indonesia atau NHS di Inggris.

Bagi sebagian orang, biaya transplantasi rambut bisa jadi lebih mahal sehingga mereka mengunjungi negara lain yang biaya prosedurnya lebih murah.

Meski banyak orang memberikan ulasan positif usai transplantasi rambut di luar negeri, terdapat beberapa laporan kasus malapraktik yang dilakukan orang-orang yang tidak kompeten. Transplantasi rambut ilegal ini bahkan dilakukan pada orang yang yang tidak cocok menjalani tanam rambut.

Padahal, prosedur transplantasi rambut hanya boleh dilakukan oleh dokter bedah kompeten yang memenuhi persyaratan (berkualifikasi). Selain itu, tidak semua orang bisa menjalani transplantasi rambut.

Tanam rambut paling cocok buat pengidap alopecia androgenetik, penyakit keturunan berupa kebotakan yang berpola dan makin parah. Mulanya istilah ini dikenal sebagai "kebotakan berpola pada pria", tetapi kondisi ini ternyata bisa dialami semua jenis kelamin. Sekitar 10% perempuan berusia di bawah 40 tahun mengalami kerontokan rambut dan jumlahnya meningkat lebih dari 50% ketika berusia 70 tahun. Sebaliknya, sekitar 30-50% laki-laki pada usia 50 tahun mengalami kerontokan rambut yang berhubungan dengan alopecia androgenetik.

Laki-laki mengalami pengikisan garis rambut area depan menyerupai "huruf m" yang dikenal sebagai pola Norwood. Adapun perempuan cenderung mengalami pelebaran belahan rambut sehingga penipisan rambutnya terjadi di sekitar ubun-ubun dan bagian depan kulit kepala-dikenal sebagai pola Ludwig.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.