Rajin Olahraga Bikin Rambut Ketombean? Ini Penjelasan Dermatologist dan Cara Mengatasinya
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 14:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: IST
JAKARTA – Running sebelum bekerja, sesi padel sepulang kantor, gym, tennis, hingga HYROX semakin menjadi bagian dari ritme hidup masyarakat urban.
Namun, ketika aktivitas fisik meningkat, sebagian orang mulai menghadapi masalah yang berbeda: kulit kepala terasa lebih cepat berminyak, gatal, dan ketombe kembali muncul setelah workout.
Pertanyaan yang kemudian muncul sederhana: apakah setiap selesai olahraga harus langsung keramas?Jawabannya, tidak selalu.
Keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu dan bukan penyebab langsung ketombe. Namun setelah olahraga, keringat dapat bercampur dengan sebum, debu, polusi, hingga residu produk rambut. Pada kulit kepala yang memang rentan berketombe, kondisi yang lebih lembap dan berminyak dapat membuat gatal dan flakes terasa semakin jelas.
Menurut dr. Ardhiah Iswanda Putri, Sp.D.V.E., M.Ked.Klin, Dermatologist sekaligus Dermascalp Expert Trichologist Board, kebutuhan kulit kepala dapat berubah mengikuti aktivitas sehari-hari.
“Kulit kepala adalah lingkungan yang dinamis. Kondisinya dapat berubah mengikuti aktivitas, cuaca, keringat, polusi, dan produk yang digunakan.”
Artinya, keputusan untuk keramas sebaiknya tidak hanya didasarkan pada jenis olahraga yang dilakukan, tetapi pada bagaimana kondisi kulit kepala setelah aktivitas tersebut.
Bukan Soal Keringatnya
Setelah aktivitas fisik, scalp yang terasa sangat berminyak, basah karena keringat, atau penuh residu dari debu dan styling product dapat dibersihkan untuk membantu mengangkat penumpukan yang tertinggal.
Sebaliknya, workout ringan dengan sedikit keringat tidak selalu harus langsung diikuti keramas apabila kulit kepala masih terasa nyaman.
Bagi mereka yang berolahraga hampir setiap hari, frekuensi keramas dapat disesuaikan dengan produksi minyak, intensitas keringat, dan kondisi kulit kepala. Yang lebih penting adalah memilih shampoo sesuai dengan masalah yang benar-benar muncul setelah aktivitas, bukan sekadar mengejar sensasi kulit kepala yang terasa semakin kesat.
Perbedaannya menjadi lebih penting ketika yang muncul bukan hanya lepek, tetapi gatal dan ketombe yang terus kembali.
Ketombe merupakan kondisi multifaktorial. Produksi sebum, keberadaan Malassezia, microbiome, serta kondisi scalp barrier dapat saling berperan. Pada dandruff-prone scalp, kombinasi keringat, minyak, kelembapan, dan residu setelah workout dapat membuat keluhan menjadi lebih terasa.
Seperti dijelaskan dr. Ardhiah:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!