Menulis Kembali Wajah Aceh di Pantai Kampung Jawa Setelah 20 Tahun Lalu Dihantam Tsunami
📅 Minggu, 15 Sep 2024, 22:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Risky Syukur
Banda Aceh - Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh, yang 20 tahun lalu area sekitarnya rata terlindas tsunami, pada hari ini, Minggu, dipadati banyak warga.
Untuk pertama kalinya setelah 20 tahun bangkit dari musibah tsunami, pantai "titik 0 kilometer Banda Aceh" itu menjadi lokasi perlombaan layar PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Perubahantonesituasi yang drastis, dari musibah tsunami 20 tahun lalu ke momen bertemunya atlet layar terbaik dari berbagai provinsi serta suaka rasa kagum nan penasaran warga dari berbagai wilayah di Aceh.
Tak berlebihan jika mengatakan bahwa Pantai Kampung Jawa hari ini menjadi saksi bisu momen 20 tahun kebangkitan Aceh pascatsunami.
Di lokasi, warga sudah berbondong memenuhi area pantai sebelum pukul 11.00 WIB, jadwal dimulainya perlombaan layar kelas putri dan internasional 470 campuran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Warga yang sudah memadati area pantai itu secara saksama memperhatikan para atlet yang tengah mempersiapkan layarnya, mengamati para wartawan yang sana-sini mengambil gambar.
Sebagian dari mereka berdiri di balik pembatas penonton, sebagian lagi berdiri menjorok hingga bibir pantai, bahkan ada yang duduk berbaris di atas bebatuan tanggul.
Sebagian lagi duduk membentang tikar di area atlet sambil menyantap jajanan yang sudah disiapkan dari rumah. Anak-anak pun tak mau kalah menyumbang keramaian dengan bermain air laut, layaknya keluarga bertamasya pada akhir pekan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menepi ke arah aspal yang membentang di pinggir pantai, warung-warung kopi berjejer nan penuh dengan warga yang menonton.
Mata warga yang hadir berbinar-binar penasaran. Perahu putih kecil dengan layar lebar yang memenuhi area tengah pantai itu seakan baru pertama kali mereka lihat langsung. Barangkali selama pernah mereka lihat lewat televisi atau internet.
Angin barat yang kencang bercanda-gurau dengan pakaian warga sebagai mana angin itu juga menggerakkan daun layar yang siap membawa atletnya bertarung dalam perlombaan.
Sementara itu para atlet dan ofisialnyatampak sibuk menyiapkan layar masing-masing. Di sepanjang pantai, tertancap sejumlah bendera dari masing-masing provinsi yang mengirimkan atletnya.
Mereka mengencangkan tali layar, mengarahkannya dengan tepat agar dapat membawa mereka ke titik mulai perlombaan. Para atlet tampak berpakaian khas atlet laut lengkap dengan kaca mata hitam dan pelampung yang membungkus bagian badan.
Akibat hujan gerimis dan kondisi angin yang kurang mendukung pada pukul 11.00 WIB, perlombaan ditunda beberapa menit. Pada pukul 11.36 WIB, para atlet dibantu ofisial dan panitia mulai mendorong layar lomba ke arah laut menuju titik mulai perlombaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!