Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banua Wuhu, Gunung Bawah Laut Langka di Perairan Sangihe

📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Laporan Kamurahan dan Christian pada tahun 2020 membuat dampak kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Banua Wuhu apabila terjadi erupsi besar kembali. Kawasan yang masuk dalam KRB I mencakup luas wilayah 2-5 kilometer persegi, yang mana terdapat Pulau Karakitang, Mahangetang dan sedikit Pulau Salengkere serta Pulau Agulabe.

KRB I berpotensi terlanda lahar dan terkena lontaran batu pijar yang diikuti gelombang tsunami radius 2-5 kilometer. KRB II erupsi eksplosif Gunung Banua Wuhu berpotensi gelombang pasang dan tsunami mencakup radius 10-20 kilometer.

Apabila terjadi KRB II, Gunung Banua Wuhu akan berdampak hingga ke Pulau Kalama di utara pulau Mahangetang. KRB III Erupsi Gunung Banua Wuhu berpotensi gelombang pasang dan tsunami dengan radius 30 kilometer sehingga gelombangnya akan mengenai wilayah selatan Pulau Sangihe di utara.

Masih Aktif

Masyarakat Pulau Karakitang, Mahangetang, Salengkere, serta Pulau Agulabe, sangat berharap agar Gunung Banua Wuhu tidak meletus. Keberadaan kawah gunung api di bawah laut, yang kadang mengeluarkan belerang dan api cukup menakutkan.

Hal itu membuat masyarakat Mahengetang selalu melakukanmehengetang(berbicara) kepada Tuhan untuk menenangkan diri dari rasa takut mereka. Di pulau ini terdapat tiga lokasi pemukiman yaitu Matiang, Soa, dan Ngihade, yang tentu saja masuk dalam zona KRB I.

Dalam sejarahnya, pemerintah kolonial Belanda pernah dua kali mengungsikan penduduk Mahangetang ke Desa Bentenan-Minahasa tenggara. Pengungsian pertama dilakukan akibat erupsi gunung api bawah laut yang terjadi pada 17--18 April 1904 dan 27 Agustus di tahun yang sama.

Menurut Kamurahan dan Christian, Gunung Banua Wuhu memiliki pusat kawah berupa kubah lava. Tatanan tektonik menyebutkan gunung api ini berada di zona subduksi tektonik dengan tipe batuan andesit hingga basaltik andesit.

Bagi wisatawan Gunung Banua Wuhu, saat ini kondisinya tidak membahayakan karena sekarang ini statusnya dalam kondisi normal. Bahkan sangat sedikit gassolfatarayang keluar dari puncaknya yang dapat dilihat berupa gelembung udara.

Gassolfatarayang keluar menunjukkan bahwa gunung api tersebut masih aktif, namun dalam keadaan tenang (unrest). Gas ini pada gunung berapi di permukaan berupa asap putih yang terlihat keluar membubung seperti yang ada pada Gunung Merapi, Gunung Slamet, Gunung Tangkuban Perahu, dan beberapa gunung aktif lainnya.

Di batuan-batuan gunung berapi ini ditumbuhi karang-karang lunak. Sebagian kecil diantaranya bahkan ditumbuhi karang keras. Di sela-selanya dengan mudah dijumpai ikan-ikan karang. Gelembung yang muncul dari sela bebatuan membuat ikan-ikan ini seperti berada di akuarium.

Saat ini banyak wisatawan datang ke Gunung Banua Wuhu untuk mengagumi gunung api bawah laut satu-satunya yang bisa diakses itu. Di sini mereka menyelam,snorkelingatau sekedar melihat fenomena unik dari atas perahu. Kemunculan pulau-pulau kecil di sekelilingnya menambah pesona selama berada di atas perairan gunung bawah laut ini.

Cara untuk menjangkau Gunung Banua Wuhu memang agak sulit. Dari Pulau Sangihe bisa mencari pelabuhan yang kapal-kapalnya melayani pelayaran menuju pulau-pulau kecil itu seperti terdapat Pulau Karakitang, Pulau Mahangetang, Pulau Salengkere dan Pulau Agulabe. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.