Festival Gemarikan Jadi Upaya Sultra Perkuat Ketahanan Pangan
📅 Minggu, 16 Nov 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Kendari - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya laut atau agromaritim melalui penyelenggaraan Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Papalimba Water Tourism Lapulu, Kota Kendari, Sultra, itu dilaksanakan selama dua hari, yakni 15-16 November 2025. Festival tersebut juga menjadi komitmen Pemprov Sultra dalam mewujudkan "generasi emas tahun 2045" yang sehat dan cerdas.
Wakil Gubernur Sultra Hugua, Sabtu (16/11) malam, menegaskan bahwa ikan merupakan sumber protein paling aman dan paling potensial untuk memerangi masalah kekurangan gizi pada anak atau stunting.
"Kegiatan ini sebetulnya intinya adalah memberikan edukasi dan pendidikan kepada masyarakat bahwa ikan adalah sumber protein yang paling aman, paling tinggi, dan juga menjadi sumber daya hayati perairan yang paling potensial di Indonesia sebagai negara maritim," kata Hugua.
Dia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen strategis Pemprov Sultra dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis sumber daya laut sekaligus memperkuat budaya konsumsi ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hugua secara khusus menyoroti masalah stunting, yang disebabkan oleh kurang gizi, terutama protein, dan mengimbau orang tua agar tidak lengah.
"Stunting sekali lagi, kekurangan gizi sekali lagi, mengintai kita kalau orang tuanya lengah, tidak memberikan makan ikan setiap hari," ujarnya.
Hugua menekankan fase kritis yang membutuhkan protein ikan tinggi adalah sejak ibu mulai hamil hingga anak berumur 10 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Hugua juga menyampaikan bahwa Sultra saat ini menjadi provinsi urutan kedua tertinggi konsumsi ikan di Indonesia, dengan angka mencapai 43,8 kilogram per kapita, jauh melampaui rata-rata konsumsi nasional, yaitu 25,31 kilogram per kapita.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sultra Sri Reskina menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 200 orang peserta dengan target utamanya adalah menumbuhkan minat masyarakat, khususnya generasi muda dan anak-anak, untuk menjadikan ikan sebagai menu utama dalam konsumsi sehari-hari demi kesehatan dan kecerdasan.
Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai produk olahan ikan lokal yang kreatif, higienis, dan bernilai ekonomis tinggi.
"Tujuannya untuk mendorong partisipasi aktif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perikanan dalam memperluas pasar produk," jelas Sri Reskina.
Selama dua hari, kegiatan di Papa Limba Water Tourism Lapolo diisi dengan beragam agenda interaktif, di antaranya:
. Cooking Class oleh Chef Ody.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!