Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Padamkan Karhutla di Tiga Kabupaten, BPBD Sumsel Kerahkan Helikopter

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 17:36 WIB | Oleh:
Padamkan Karhutla di Tiga Kabupaten, BPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Doc: ANTARA/HO-BPBD Sumsel
Ket. BPBD Provinsi Sumatera Selatan mengerahkan empat unit helikopter pembom air untuk memadamkan karhutla di tiga kabupaten.

PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mengerahkan empat unit helikopter pembom air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga kabupaten.

"Empat helikopter water bombing masih diupayakan untuk pemadaman karhutla di beberapa lokasi, yaitu di Muara Enim, Musi Banyuasin di Sekayu, dan Bayung Lencir. Satu lagi pemadaman di Banyuasin. Kondisi setelah di-water bombing masih berasap, pemadaman dilanjutkan hari ini," kata Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Jumat.

Ia menjelaskan, untuk wilayah Muara Enim pemadaman dilakukan di wilayah Gelumbang oleh Helikopter Sikorsky UH-60AH/VH-8UH. Helikopter ini melakukan 33 kali water bombing atau menumpahkan sebanyak 132 ribu liter air ke titik karhutla.

Kemudian, Helikopter RA 22700/MI-8AMT melakukan pemadaman di Bayung Lencir Mubadengan sebanyak 14 kali water bombing atau 56 ribu liter air ditumpahkan di titik karhulta.

Lalu, hutan dan lahandi Sekayu masih terbakar dan sudah terjadi dalam beberapa hari, namun belum berhasil dipadamkan. Sebanyak 23 kali water bombing atau 92 ribu liter air ditumpahkan ke titik karhutla oleh Helikoptet UR VBE MI-8 MSB-T.

Sedangkan, Helikopter Kamov RA 31109 melakukan pemadaman di Rantau Bayur, Banyuasin. Pemadaman dengan melakukan21 kali water bombing atau 105 ribu liter air yang ditumpahkan. Kondisinya juga masih berasap.

"Total sortiempat kali dengan 91 kali water bombing atau 385 ribu liter air ditumpahkan saat pemadaman karhutla kemarin," kata Sudirman.

BPBD juga mencatat titik panas atau hotspot di Sumsel mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pada Kamis (12/9) hanya menyisakan empathotspot yang terpantau di data LAPAN. Sedangkan sebelumnya hanya 11 hotspot (11/9), 14 hotspot (10/9), 29 hotspot (9/9), dan 33 hotspot (8/9).

Total pada September ini mencapai 847 hotspot. Angkanya masih di bawah Agustus yang mencapai 1.173 hotspot, akan tetapi lebih tinggi dibandingkan Juli 2024 sebanyak 530 hotspot.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.