Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Pendidikan Selanjutnya Diharapkan Paham soal Pendidikan

📅 Senin, 09 Sep 2024, 03:23 WIB | Oleh:
Menteri Pendidikan Selanjutnya Diharapkan Paham soal Pendidikan Doc: antara
Ket. Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda.

JAKARTA - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), meminta pemerintahan ke depan untuk memilih menteri pendidikan yang paham masalah pendidikan. Menurutnya, hal tersebut bisa membuat anggaran pendidikan berdampak optimal.

"Jadi untuk pemerintah akan datang, tolonglah dipilih menteri betul yang ngerti pendidikan. Kalau tidak ngerti beginilah mau berapa mau sekian ratus triliun dikasih akan hancur-hancuran kalau tidak ngerti pendidikan sama sekali," ujar JK dalam siaran Diskusi Kelompok Terumpun "Menggugat Kebijakan Anggaran Pendidikan", secara daring, Sabtu (7/9).

Dia menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu faktor penting pembangunan sehingga harus beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Tanpa itu, infrastruktur yang dibangun tidak akan memiliki dampak ekonomi jika tanpa kehadiran SDM berkualitas.

JK menekankan, efektivitas anggaran pendidikan sangat penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan baik dari segi akses maupun kualitas. Menurutnya, pemerintahan ke depan perlu membuat program-program untuk menyelesaikan persoalan tersebut. "Programnya apa yang mau dicapai baru berapa anggaran. Untuk itu bukan anggaran baru kita bikin program bukan. Jangan terbalik," jelasnya.

Acuan Anggaran

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, menolak rencana Menteri Keuangan, Sri Mulyani untuk mengubah acuan anggaran pendidikan dari belanja negara, menjadi pendapatan negara. Menurutnya, jika revisi tersebut terjadi, ia menilai kebijakan ini belum tentu akan menjamin perbaikan kuantitas maupun kualitas sektor pendidikan Indonesia.

"Kami menolak segala upaya yang berdampak pada penurunan alokasi anggaran pendidikan dari APBN, yang mana Kemenkeu ingin mandatory (spending) 20 persen berbasis pada pendapatan dari APBN, bukan dari (acuan) belanja APBN karena pasti berdampak pada kualitas layanan pendidikan di tanah air," katanya.

Dia menerangkan, pihaknya berusaha melakukan reformulasi untuk kebijakan penempatan alokasi dari 20 persen anggaran pendidikan melalui Panja Pembiayaan Pendidikan. Upaya ini dilakukan lantaran mengatasi adanya ketidakadilan dalam penentuan alokasi dari 20 persen anggaran pendidikan. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.