Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PDT Obati Sel Abnormal yang Dapat Dijangkau Sinar

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
PDT Obati Sel Abnormal yang Dapat Dijangkau Sinar Doc: LOIC VENANCE / AFP

Terapi fotodinamik (photodynamic therapy/PDT) sebenarnya bukan metode baru. Cara ini pengobatan ini telah digunakan selama beberapa dekade untuk menangani berbagai jenis kanker kulit dan kandung kemih

PDT merupakan perawatan yang melibatkan obat yang peka terhadap cahaya dan sumber cahaya untuk menghancurkan sel-sel abnormal. Terapi ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa kondisi kulit dan mata, serta beberapa jenis kanker.

1739807757_62b60dff596f85dc7b15.jpg

LOIC VENANCE / AFP

Obat dan sumber cahaya itu sendiri tidak berbahaya, tetapi ketika obat tersebut terkena cahaya, obat tersebut akan aktif dan menyebabkan reaksi yang merusak sel-sel di sekitarnya. Hal ini memungkinkan area jaringan abnormal yang kecil untuk diobati tanpa perlu operasi.

Menurut laman National Health Institute (NHS) pemerintah Inggris, PDT dapat digunakan untuk mengobati sel-sel abnormal di bagian tubuh yang dapat dijangkau sumber cahaya. Beberapa terapi yang sering dilakukan adalah seperti kulit, mata, mulut, kerongkongan (esofagus), dan paru-paru.

Kondisi yang diobati dengan terapi PDT meliputi, actinic keratosis yaitu bercak kulit kering dan bersisik yang disebabkan oleh kerusakan akibat paparan sinar matahari selama bertahun-tahun yang dapat berubah menjadi kanker jika tidak diobati.

Penyakit lainnya adalah Bowen bentuk kanker kulit yang sangat dini. Selanjutnya adalah karsinoma sel basal jenis kanker kulit non-melanoma. Barrett’s esophagus adalah perubahan pada sel-sel pada lapisan kerongkongan bagian bawah (esofagus) yang dapat berubah menjadi kanker jika tidak diobati. Lainnya adalah kanker esofagus dan kanker paru-paru

“PDT dapat menyembuhkan beberapa kanker jika digunakan pada tahap awal, atau meredakan gejala pada kasus yang lebih lanjut. PDT juga menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengobati beberapa jenis kanker lainnya, serta kutil, jerawat, dan penyakit extramammary paget (kondisi prakanker yang memengaruhi kulit di sekitar alat kelamin dan anus),” tulis NHS.

1739807758_322fd256519f74366248.jpg

Universitas Notre Dame

Ada 2 cara menjalani PDT. Pertama PDT menggunakan cahaya dari lampu atau laser (kadang-kadang disebut PDT konvensional). Keuda PDT menggunakan cahaya matahari alami (kadang-kadang disebut PDT siang hari)

PDT konvensional dilakukan dalam 2 tahap pertama persiapan. Pertama pasien perlu pergi ke rumah sakit atau klinik untuk diberikan obat yang peka terhadap cahaya. Tergantung pada area tubuh Anda yang dirawat, obatnya bisa berupa krim, suntikan, atau minuman khusus.

“Setelah Anda minum obat, Anda mungkin diminta untuk pulang dan kembali dalam beberapa jam atau hari ini akan memberi obat kesempatan untuk menumpuk di sel-sel abnormal. Kemudian, Anda perlu kembali ke rumah sakit atau klinik untuk perawatan cahaya. Ini akan melibatkan lampu atau laser yang disinari ke area perawatan selama sekitar 10 hingga 45 menit,” terang NHS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pekerja Sektor Pariwisata di Maluku Mulai Disertifikasi

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pekerja Sektor Pariwisata d...
Daerah
Musim Kemarau Membuat Garut...
Daerah
Berdayakan Warga Kurang Mam...

Alwi Obati Kekecewaan atas Kekalahan Jojo

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Alwi Obati Kekecewaan atas ...

OJK-Komdigi Bersinergi Putus Ekosistem Judi Online

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK-Komdigi Bersinergi Putu...
Daerah
Gunung Semeru Kembali Erups...

Denza Luncurkan Supercar Listrik Denza Z

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Otomotif
Denza Luncurkan Supercar Li...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.