Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Scholas Occurrentes Perluas Misi untuk Kaum Muda di Dunia

📅 Senin, 02 Sep 2024, 11:31 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Scholas Occurrentes Perluas Misi untuk Kaum Muda di Dunia Doc: Koran Jakarta/Fredrikus Wolgabring Sabini
Ket. Presiden Global Scholas Occurrentes José María del Corral, dalam konferensi pers di Graha Pemuda, Kompleks Katedral Jakarta, Senin (2/9).

JAKARTA - Scholas Occurrentes, sebuah Gerakan Pendidikan Internasional yang diluncurkan secara global pada tahun 2013 oleh Paus Fransiskus, terus memperluas misinya.

Tujuannya untuk mengubah kehidupan kaum muda melalui metodologi pendidikan inovatif yang menggabungkan teknologi, olahraga, dan seni.

Berakar pada visi untuk "menciptakan Budaya Perjumpaan, menyatukan kaum muda dalam pendidikan yang menghasilkan makna," Scholas telah menjadi kekuatan penting bagi inklusi, persatuan, dan komitmen sosial di lima benua, menjangkau lebih dari setengah juta sekolah dan universitas di seluruh dunia.

Sejalan dengan misinya, Scholas Occurrentes baru-baru ini memperdalam keterlibatannya di Indonesia, negara yang kaya akan keragaman budaya dan berkomitmen untuk mengembangkan Budaya Perjumpaan.

"Asal usul Scholas adalah antarbudaya dan antaragama, yang selalu mempromosikan budaya perjumpaan melalui metode pendidikan, proposal pendidikan," kata José María del Corral, Presiden Global Scholas Occurrentes dalam konferensi pers di Graha Pemuda, Kompleks Katedral Jakarta, Senin (2/9).

"Kami percaya bahwa metode kami, yang sudah aktif hadir di 70 negara di seluruh dunia, dapat menjadi bagian dari warisan Paus Fransiskus bagi Indonesia, sambil juga belajar dari budaya, masyarakat, dan sekolahnya yang kaya," sambungnya.

Proyek Hati Polyhedron

Berangkat dari keberhasilan menciptakan karya seni kolektif terpanjang di dunia di Cascais, Portugal, pada tahun 2023, Scholas kini memulai tantangan artistik baru di Indonesia.

Proyek Hati Polyhedron bertujuan untuk menciptakan patung yang melambangkan jantung Indonesia, yang mencerminkan kekayaan keragaman budaya negara ini.

Setiap sisi polyhedron menceritakan kisah para pesertanya, yang memadukan pendidikan, seni, dan teknologi untuk melambangkan bagaimana setiap individu berkontribusi pada komunitas global yang lebih hidup dan bermakna.

Karya ini melambangkan bagaimana setiap individu berkontribusi pada komunitas global yang lebih dinamis dan bermakna. Karya seni yang mewakili semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda tetapi tetap satu) ini melibatkan total 1.500 peserta.

Pesertanya termasuk individu dari program pendidikan di Jakarta, peserta lokakarya di Bali, Lombok, dan Labuan Bajo, serta narapidana dari tiga fasilitas penjara, termasuk yang diperuntukkan bagi narapidana muda, perempuan, dan laki-laki.

"Patung tersebut menggabungkan barang-barang pribadi dari para kontributornya, menciptakan ruang sakral yang menyimpan kenangan dan menandakan komunitas bersama,"urai Jose Marie

Integritas Material Berkelanjutan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.