Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APBD Perubahan Kabupaten Bogor Sebesar Rp11,3 Triliun

📅 Senin, 26 Agu 2024, 03:27 WIB | Oleh:
APBD Perubahan Kabupaten Bogor Sebesar Rp11,3 Triliun Doc: ANTARA/HO-DPRD Kabupaten Bogor
Ket. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim bersama Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu, di Gedung DPRD, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/8).

BOGOR - APBD Perubahan Kabupaten Bogor Tahun ini telah disahkan dengan besaran angka mencapai 11,3 triliun rupiah. Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna DPRD, Cibinong, Minggu (25/8). Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan, terdapat peningkatan target pendapatan daerah maupun belanja daerah dalam APBD Perubahan.

Dia lalu memaparkan, pendapatan daerah ditargetkan 9,6 triliun. Angka ini naik sebesar 12,59 persen menjadi 10,8 triliun. Kenaikan target pendapatan daerah, diiringi dengan kenaikan target belanja. Angkanya semula 10,528 triliun naik menjadi 11,342 triliun.

Rudy menjelaskan bahwa pengesahan APBD Perubahan merupakan produk legislasi terakhir DPRD periode 2019-2024. Rudy juga mengingatkan Pemkab Bogor untuk memastikan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah memenuhi tahapan serta mekanisme. Harapannya, tidak menimbulkan kerugian negara. "DPRD bisa membatalkan APBD justru merugikan negara," ujarnya.

Sedangkan Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, mengungkapkan, beberapa poin yang menjadi prioritas APBD Perubahan, di antaranya pemenuhan kebutuhan infrastruktur. Ini termasuk pemenuhan sarana air bersih. Kemudian kebutuhan sektor kesehatan.

"Ada kenaikan dari sisi pendapatan yang diakomodasi dalam APBD perubahan, terkait PAD dan biaya transfer daerah. Secara otomatis ada penyesuaian belanja yang sifatnya mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang tidak tertampung dalam APBD," tutur Asmawa.

Asmawa juga mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah, segera merapatkan jajarannya untuk mempersiapkan pelaksanaan seluruh rancangan program, kegiatan dan subkegiatan yang telah disepakati bersama. "Harapannya, agar pekerjaan dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan rencana," tandas Asmawa.

Terkait Ekraf

Sementara itu,Pemerintah Kabupaten Bogor Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, bangga karena produk ekonomi kreatif (ekraf) lokal dengan merek Chocoletters juara 3 Program Usaha Dukungan Keuangan (Udunan). Yudi Santoso mengungkapkan, program Udunan skala nasional ini diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Yudi terkesan dan bersyukur karena Chocoletters berhasil menyandang predikat juara dengan mengalahkan puluhan produk ekonomi kreatif lainnya.

Dia berharap usaha Chocoletters bisa terus berkembang dan menginspirasi pengusaha ekonomi kreatif lainnya. "Ini kado Hari Kemerdekaan untuk Kabupaten Bogor. Selamat untuk Tim Chocoletters. Semoga bisa menginspirasi pengusaha ekraf Kabupaten Bogor lainnya," ujar Yudi.

CEO Chocoletters Dian Annisa mengaku tidak menyangka mendapat penghargaan dari Pemprov Jabar. Menurutnya, Chocoletters hanya berupaya terus berinovasi menciptakan produk cokelat yang sehat dan bisa dikonsumsi semua kalangan.

Kepala Bidang Pengembangan Bisnis SDM dan SDA Komite Ekraf Kabupaten Bogor mengungkapkan bahwa perjalanannya sangatlah panjang. Dia bersyukur berhasil meraih juara 3 dan membawa pulang hadiah dari Udunan. wid/Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.