Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengembangan Pertanian di Merauke untuk Jadi Lumbung Pangan Dunia

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Pengembangan Pertanian di Merauke untuk Jadi Lumbung Pangan Dunia Doc: ISTIMEWA
Ket. Pertanian Indonesia

JAKARTA - Pengembangan pertanian di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang dilakukan secara modern merupakan langkah menuju lumbung pangan dunia sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan bukan hanya nasional, tetapi mendukung kebutuhan global.

"Pemerintah komitmen dalam mewujudkan Merauke sebagai lumbung pangan dunia," kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (20/8).

Seperti dikutip dari Antara, Mentan sebelumnya melakukan kunjungan kerja selama dua hari yakni 18-19 Agustus 2024, di Distrik Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Amran menekankan bahwa Merauke diproyeksikan menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan beras nasional dalam dua tahun ke depan. "Kita optimistis dua tahun ke depan swasembada plus dimulai dari sini," ujar Mentan.

Dalam kunjungan kerja, Mentan memiliki dua agenda utama. Pertama, melakukan evaluasi terhadap progres optimalisasi lahan rawa seluas 40 ribu hektare yang tersebar di enam distrik.

Dia menyebutkan hingga saat ini, konstruksi sudah mencapai lebih dari separuhnya, dengan olah tanah dan tanam telah mencapai 6.500 hektare. Proses tanam padi akan terus berlanjut seiring selesainya panen dan konstruksi infrastruktur pertanian, seperti saluran, jembatan, dan jalan.

Pendukung Utama

Agenda kedua adalah meninjau pembangunan jalan sepanjang 135,5 km dari Ilwayab hingga Ngguti, yang menjadi pendukung utama program cetak sawah seluas satu juta hektare. Ratusan alat berat bekerja tanpa henti untuk menyelesaikan jalan tersebut dalam waktu tiga bulan ke depan.

Mentan secara langsung memeriksa volume saluran air di sepanjang jalan dan menginstruksikan peningkatan lebar dan kedalamannya untuk mengoptimalkan irigasi. "Ini kita desain sebagai long storage untuk mengairi satu juta hektare sawah yang kita cetak," jelasnya.

Selain itu, Mentan menginstruksikan pembuatan plot pertanaman padi seluas satu hektare di sepanjang jalan setiap lima kilometer. Plot ini akan menjadi bukti kesesuaian lahan di Merauke untuk mendukung pertumbuhan padi.

Tidak hanya itu, optimalisasi lahan tahap pertama di Distrik Merauke, Tanah Miring, Semangga, Kurik, Janggebob, dan Malind akan diperluas dari 40 ribu hektare menjadi 100 ribu hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.