Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kreator Gim di Indonesia Dinilai Masih Sedikit

📅 Rabu, 14 Agu 2024, 20:01 WIB | Oleh:
Kreator Gim di Indonesia Dinilai Masih Sedikit Doc: muhammad marup
Ket. Dosen Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yusron Fuadi (kanan) beserta para mahasiswanya dalam acara Indonesia Technology & Innovation, di Jakarta, Selasa (13/8).

JAKARTA - Dosen Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yusron Fuadi, menilai kreator industri gim di Indonesia masih sedikit. Menurutnya, jumlah kreator gim harus diperbanyak mengingat Indonesia punya sumber daya manusia yang tidak kalah dengan asing.

"Kreator gim itu belum sebanyak yang seharusnya kayak di Amerika dan Finlandia apalagi kalau bandingannya dengan penduduk. Jadi kita jangan memakai gim orang asing terus," ujar Yusron, kepada Koran Jakarta, dalam acara Indonesia Technology & Innovation, di Jakarta, Selasa (13/8).

Dia menerangkan, tantangan pengembangan gim dalam negeri yaitu kurangnya fasilitas pendukung. Di sisi lain, pemerintah mesti mendukung tidak hanya pemberian fasilitas, tapi juga regulasi yang tidak mempersempit ruang para kreator gim.

"Pemerintah pengen banyak. Ingin gim berkembang. Kalau begitu, pastikan semua game berkembang dan didukung. Jangan pakai syarat gim ada muatan lokal dan sedikit-sedikit blokir," jelasnya.

Yusron mengungkapkan, dia beserta 8 mahasiswa mengembangkan gim berjudul "Ganyang Setan Alas". Gim tersebut dikembangkan berdasarkan film dengan judul sama dalam rangka menghadirkan strategi promosi yang menarik.

Dia menambahkan, dalam prosesnya para mahasiswa mengembangkan gim dengan fasilitas terbatas dan menggunakan peralatan pribadi. Meski demikian, gim yang dihasilkan tidak kalah dengan gim-gim lain.

"Jadi memang kerap ada yang membuat tugas akhir gim. Tapi saya menantang mereka untuk menghasilkan gim yang tidak biasa. Akhirnya mereka mampu juga," tuturnya.

Budaya Lokal

Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Tora Sandikamulyan, menyebut, eksplorasi budaya lokal masih belum banyak dilakukan dalam pengembangan gim saat ini. Menurutnya, masih banyak kisah-kisah budaya lokal yang bisa diangkat dalam sebuah gim.

Dia menerangkan, tantangan pengembangan gim adalah seringkali karya akhirnya menjadi terlalu generik. Oleh sebab itu, eksplorasi budaya lokal dapat memberikan nilai tersendiri dalam sebuah gim yang tengah dikembangkan.

"Misalnya seperti dongeng. Banyak sekali dongeng-dongeng yang sering kita dengar. Tetapi, itu tampaknya masih jarang dieksplorasi. Aku lihat itu masih masih jarang diangkat sampai ke skala global," tutur salah seorang pengembang gim berjudul The Journey of Qeva ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Otomotif
Mau Ikut Lelang Mobil Bekas...
Megapolitan
Musim Kemarau, Petani Cabai...

Gelar Rakernas, INSA Hasilkan Dua Ketetapan Strategis

36 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Gelar Rakernas, INSA Hasilk...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pecah Bintang: Gerbang Menuju Jenderal
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.