Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Srikeminut, Desa Cantik di Lembah Kali Oya

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Pesona alam Srikeminut bukan hanya persawahan terasering. Daya Tarik lainnya adalah Air Terjun Watu Lawang, Panggung Sono Seneng, Puncak Watu Manjung, Puncak Ngledok, menara pandang Puncak Pengklik, Sungai Oya, Padang Batu Kali, jalur trekking, area berkemah, sepeda air, perosotan di sungai, dan wisata pertanian Techno Eco Edupark.

Techno Eco Edupark menjadi pelengkap pesona Srikeminut selain wisata alam dan budaya. Di sini dibangun laboratorium pengembangan teknologi pertanian yang terbuka untuk umum. Ada teknologi irigasi kabut, irigasi tetes, aquaponik, hidroponik, dan screen house.

Wisatawan juga dapat melihat aktivitas pertanian penduduk lokal yang bertanam dengan sistem tumpang sarinya. Bagi orang desa tentu hal ini biasa saja, namun bagi orang kota aktivitas ini menawarkan wawasan yang menarik.

Produk kuliner lokal asli Srikeminut adalah aneka makanan dari bahan gadung, singkong, dan sayur mayur seperti pecel, tiwul, keripik gadung.

Desa wisata ini juga menawarkan atraksi budaya yang dimainkan pada acara tertentu. Kesenian-kesenian yang ada ditampilkan di Panggung Sono Seneng yang mirip dengan amfiteater warisan Yunani kuno. Panggung ini dibuat melingkar dengan tempat duduk bertingkat sehingga pandangan penonton tidak terhalang.

Beberapa diantaranya adalah jathilan atau jaran kepang atau kuda kepang. Kesenian ini menampilkan penari dengan dandanan tertentu yang seolah menunggangi kuda, yang terbuat dari bahan kayu. Selain ada gejog lesung atau menabuh alat penumbuk yang menghasilkan suara menarik.

Lainnya berupa kesenian karawitan. Kesenian ini berupa membunyikan alat musik gamelan dengan suara yang bertangga nada slendro dan pelog. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa yaitu kata rawit yang berarti halus dan lembut.

Kesenian lainnya adalah ketoprak, sebuah kesenian rakyat memuat berbagai unsur kesenian lainnya. Dalam suatu pementasan ketoprak ada unsur karawitan, tari, dagelan, tembang, tata artistik bahkan seni peran berkolaborasi untuk memainkan sebuah lakon.

Kesenian lainnya adalah berupa pementasan musik campursari. Ada juga hadroh yang menampilkan nyanyian dengan iringan rebana dengan lantunan sholawat nabi.

Produk Kuliner

Masyarakat Desa Srikeminut mengembangkan produk kuliner dengan berbagai bahan yang didapat dari tanah sendiri seperti gadung, singkong, dan sayur mayur seperti pecel, tiwul, keripik gadung yang dijual di tempat. Pada laman srikeminut.com terpampang produk Bubuk Cabai, Kerupuk Nyegrak, Bir Pletok, Tempe Koro, dan Wedang Jahe Instan yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh.

Bubuk Cabai dijual pada harga 20.000, Kerupuk Nyegrak 10.000 rupiah, Tempe Koro 3.000 rupiah, Bir Pletok Hot 6.000 rupiah, dan Wedang Jahe Instan 25.000 rupiah. Produk ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi hasil pertanian sesuai dengan cita-cita meningkatkan derajat warganya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.