Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Kabut Asap Ancam Sampit, BMKG Ungkap Dampak Meluasnya Karhutla di Wilayah Selatan.

📅 Senin, 20 Jul 2026, 14:37 WIB | Oleh:
Kabut Asap Ancam Sampit, BMKG Ungkap Dampak Meluasnya Karhutla di Wilayah Selatan. Doc: Antara Foto
Ket. Potensi kabut asap di Sampit meningkat seiring meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi cuaca dan kualitas udara.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyebut Sampit berpotensi terdampak kabut asap apabila kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah selatan terus meluas, seiring dominan arah angin tenggara atau angin timuran. 

“Sekarang angin timuran sudah dominan. Jadi, jika karhutla terjadi di wilayah selatan, kemungkinan besar asapnya akan terbawa ke Kota Sampit, yang kami takutkan itu,” kata Kepala BMKG Kotawaringin Timur Mulyono Leo Nardo di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan pada musim kemarau saat ini pola angin didominasi bertiup dari arah timur, tenggara dan selatan yang berpotensi membawa asap karhutla menuju wilayah perkotaan.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama mengingat berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebagian besar kejadian karhutla belakangan ini memang terjadi di wilayah selatan.

“Kalau kebakaran hutan dan lahan banyak di daerah selatan, asap-asap itu akan dibawa ke daerah Sampit atau ke wilayah utara mengikuti arah angin yang dominan,” ujarnya.

Mulyono juga menerangkan fenomena kabut asap yang muncul pada malam hingga pagi hari dipengaruhi perubahan kecepatan angin. Saat siang hari, angin yang relatif lebih kuat membuat asap terus bergerak dan menyebar ke wilayah lain.

Sebaliknya, ketika memasuki malam hari, kondisi angin cenderung lebih tenang sehingga pergerakan asap melambat bahkan dapat bertahan di suatu wilayah dalam waktu lebih lama.

Hal ini menjadi jawaban atas kondisi Kotim, khususnya Kota Sampit, dalam beberapa waktu belakangan. Pada dini hingga pagi hari suasana berkabut akibat asap tebal meliputi wilayah tersebut.

“Kalau malam hari anginnya cenderung lebih tenang, sehingga asap itu menetap di situ dan tidak bisa bergerak ke mana-mana. Itu sebabnya kabut asap sering terlihat lebih pekat pada malam sampai pagi hari,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Menbud Ajak Masyarakat Lestarikan Kebudayaan Melayu

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ajak Masyarakat Lest...
Megapolitan
Pemprov DKI Terima Hibah As...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.