Lahan Tidur di Malaka Jaya Disulap Jadi Urban Farming
📅 Selasa, 21 Jul 2026, 08:08 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur berhasil menyulap lahan tidur seluas 700 meter persegi di RT 01/12 menjadi area urban farming yang produktif.
Lahan berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) 1 Perum Perumnas yang sebelumnya dipenuhi sampah dan terbengkalai tersebut ditata oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama warga menjadi ruang hijau yang bermanfaat.
Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo Asih mengatakan, kondisi lahan sebelumnya tidak terawat dan kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar sehingga menimbulkan kesan kumuh di lingkungan permukiman.
"Melalui kolaborasi petugas PPSU dan warga, lahan yang sebelumnya terbengkalai kini dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai area urban farming sehingga menjadi lebih hijau, bersih, dan produktif," ujarnya, Senin (20/7) dikutip dari Beritajakarta.
Eko menjelaskan, sebanyak empat Pasukan Oranye dikerahkan setiap hari untuk melakukan penataan dan perawatan area urban farming setelah menyelesaikan tugas utama di wilayah kerja masing-masing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbagai jenis tanaman sudah dibudidayakan di lokasi tersebut, mulai dari tanaman obat keluarga hingga sayuran, seperti lidah buaya, jahe, kunyit, cabai, dan terong. Dalam waktu dekat, lahan itu juga akan ditanami labu Jepang.
"Saat ini juga sedang melakukan pengolahan dan penggemburan tanah sebagai persiapan penanaman," terangnya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur menjadi area pertanian perkotaan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan kawasan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Ketua RW 12, Kelurahan Malaka Jaya, Sudarso mengapresiasi upaya pihak Kelurahan Malaka Jaya, khususnya petugas PPSU yang berhasil menghidupkan kembali lahan tidur menjadi kawasan urban farming.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi upaya pengolahan lahan tidur ini. Semoga keberadaan urban farming dapat dimanfaatkan bersama oleh warga dan unsur kelurahan untuk bercocok tanam," ungkapnya.
Sudarso menuturkan, kawasan tersebut sebenarnya pernah dimanfaatkan sebagai lokasi kelompok tani sejak 2017. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti sehingga lahan kembali terbengkalai.
"Melalui penataan yang dilakukan petugas PPSU, lahan ini kembali difungsikan sebagai area urban farming. Kami berharap keberadaannya dapat terus dijaga dan dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!