Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

8.000 Peserta Ikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi

📅 Senin, 29 Jul 2024, 19:39 WIB | Oleh:
8.000 Peserta Ikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi Doc: istimewa
Ket. Rapat persiapan pelaksanaan tes wawancara PBSB 2024. 1.846 santri akan mengikuti tes wawancara dari total 8.000 santri yang mendaftar.

JAKARTA - Sebanyak 8.000 santri dari berbagai pesantren di Indonesia mengikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Dari jumlah tersebut, 1.846 peserta berhak mengikuti tes wawancara secara online yang berlangsung pada 28 - 31 Juli 2024.

"Hasil akhir seleksi santri penerima beasiswa ini akan diumumkan pada 7 Agustus 2024," ujar Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama (Kemenag), Waryono Abdul Ghafur, dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, Senin (29/7).

Waryono menerangkan, tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, Tes Berbasis Elektronik (TBE), dan tes wawancara secara online. Dia memastikan, proses seleksi berlangsung secara ketat untuk memastikan bahwa para penerima beasiswa adalah santri-santri berkualitas dan layak menerima beasiswa.

Dia menambahkan, PBSB ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. PBSB memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengembangkan potensi akademik mereka.

"Dengan program ini, kami berharap para santri penerima beasiswa dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi santri lainnya di seluruh Indonesia, serta berkontribusi dalam memajukan pendidikan di tanah air," terangnya.

Waryono mengungkapkan, total tersedia 1.076 kuota beasiswa kuliah pada 35 Perguruan Tinggi. PBSB didanai Dana Abadi Pesantren, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan santri yang berprestasi.

"Jumlah pesantren penerima beasiswa ini terus bertambah, menunjukkan minat dan potensi santri yang semakin besar. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi," katanya.

Ketua Project Management Office DAP, Mahrus El-Mawa menilai, adanya seleksi wawancara dapat mengidentifikasi santri-santri terbaik yang layak mendapatkan beasiswa PBSB. Proses seleksi yang ketat ini bukan hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga kitab kuning, pemahaman moderasi beragama, dan hafalan Quran/Alfiyah/Hadis Arbain.

"Saya turut berbangga dengan kontribusi para mahasantri on-going dalam mensukseskan proses seleksi ini. Kita berharap adik-adik mahasantri bisa membantu proses dengan baik dan selalu, apalagi dengan jumlah pendaftar yang sangat banyak," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Warga Manfaatkan Sisa Mater...

Hujan Diramalkan Bakal Turun di Sebagian Besar Nusantara

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Hujan Diramalkan Bakal Turu...
Daerah
Pesparawi Diharapkan Berlan...
Olahraga
Badosa Hentikan Tren Buruk ...

Waow… Inul Bicara Transformasi Musik. Apa Katanya

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Waow… Inul Bicara Transfo...

Empat Pendaki Gunung Semeru Ditangkap, Ada Apa

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Empat Pendaki Gunung Semeru...
Nasional
Menjaga Rupiah dengan BI Ra...
Nasional
“Panda” Senilai 1 Milia...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.