Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhut Terapkan 'Zero Waste' dan 'Zero Accident' di Wisata Taman Nasional

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 16:14 WIB | Oleh:
Kemenhut Terapkan 'Zero Waste' dan 'Zero Accident' di Wisata Taman Nasional Doc: ANTARA/HO-Kemenpar
Ket. Ilustrasi: Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

JAKARTA  - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan pelayanan publik di Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA) dalam periode libur Lebaran sesuai prinsip zero waste dan zero accident.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko dalam pernyataan diterima di Jakarta, Kamis, menyampaikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen KSDAE di lapangan telah diinstruksikan untuk meningkatkan pengamanan kawasan dan patroli rutin guna menjaga kelestarian hutan selama masa libur panjang.

"Persiapan kami mengacu pada enam aspek utama, mulai dari pengaturan daya dukung daya tampung hingga penerapan pembayaran non-tunai (cashless payment). Kami ingin memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang lancar dan aman," kata Satyawan.

"Penggunaan teknologi digital seperti booking online, terbukti signifikan mempercepat layanan di pintu masuk dan mengurangi kerumunan/kepadatan pengunjung, sehingga prinsip zero accident, dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga sebagai prioritas utama kami,” tambahnya.

Langkah itu, jelasnya, selaras dengan arahan Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri Kehutanan yang menekankan penguatan prinsip zero waste (bebas sampah), zero accident (nihil kecelakaan), serta pencegahan penumpukan pengunjung melalui sistem digital.

Berdasarkan hasil evaluasi pada periode libur Nyepi dan Lebaran tahun 2025, tercatat sebanyak 421.683 wisatawan mengunjungi TN dan TWA, dengan puncak kunjungan terjadi pada tiga hari setelah Lebaran. Tingginya minat masyarakat ini juga berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp15,8 miliar.

Aktivitas pendakian menjadi salah satu primadona, di mana gunung-gunung seperti Leuser, Ciremai, Rinjani, hingga Bukit Kaba menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi. Selain itu kawasan konservasi kini menjadi lokasi favorit untuk acara halal bi halal keluarga karena menawarkan suasana segar di alam terbuka sambil mengenalkan alam kepada generasi muda.

Untuk menjamin kenyamanan dan mempertimbangkan daya dukung lingkungan, pemerintah memberlakukan kebijakan operasional khusus pada libur Lebaran 2026.

Tercatat dari sejumlah Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) ada yang tetap dibuka dan ada yang ditutup dengan alasan logis untuk keberlanjutan wisata alam. Data dan informasi lengkap ODTWA yang dibuka dan ditutup selama libur lebaran 2026 disajikan pada tautan https://bit.ly/odtwatahun2026.

Dirjen KSDAE Satyawan memastikan pihak pengelola akan terus mengintensifkan patroli sampah untuk mendukung gerakan zero waste.

Pengunjung diimbau untuk selalu disiplin membawa kembali sampahnya, serta mengikuti panduan keselamatan dari petugas di lapangan guna mewujudkan zero accident serta wisata alam yang berkualitas dan berkelanjutan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Menkop Sebut 15.845 Kopdes ...
Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.