Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendiktisaintek: Kampus Harus Bersatu Jawab Persoalan Stunting dan Kemiskinan

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamendiktisaintek: Kampus Harus Bersatu Jawab Persoalan Stunting dan Kemiskinan Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan memberi sambutan saat menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Perguruan Tinggi Tahun 2026 di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) di Pekanbaru, Jumat (31/7).

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun konsorsium sebagai wadah bersama untuk menjawab persoalan pembangunan daerah.

"Jika bicara tentang tata kelola pendidikan tinggi dari tahun ke tahun, saya kira memang ada dinamika positifnya. Tetapi ada satu hal yang perlu menjadi pemikiran kita bersama, yakni apakah perguruan tinggi kita ini dapat memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan?" kata Wamendiktisaintek dalam keterangan di Jakarta, Minggu (2/8).

Wamen Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu terus mengevaluasi sejauh mana kehadirannya dirasakan masyarakat. Ia menilai pendidikan tinggi merupakan aset strategis karena kampus menjadi ruang utama pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, kapasitas tersebut perlu diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi daerah.

Secara khusus, Fauzan menyoroti perguruan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri). Menurut dia, kedua wilayah tersebut memiliki modal pembangunan yang kuat sekaligus tantangan yang khas.

Perekonomian Riau tercatat sebagai yang terbesar keenam secara nasional, sementara Kepri mencatat pertumbuhan tertinggi ketiga di Indonesia pada Triwulan III 2025 dengan Indeks Pembangunan Manusia 80,53 berada pada urutan ketiga tertinggi nasional. Namun tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut selaras dengan penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka Kepri berada pada 6,94 persen per Februari 2025.

Tantangan lain berupa kesenjangan antarwilayah. Di Riau, tingkat kemiskinan Kepulauan Meranti tercatat 23,15 persen berbanding Kota Dumai 3,14 persen. Di Kepri, kemiskinan tertinggi berada di Kabupaten Natuna sebesar 8,06 persen, sementara Kota Batam 4,03 persen.

Pada bidang kesehatan, prevalensi stunting di Riau meningkat dari 13,6 persen pada 2023 menjadi 20,1 persen pada 2024, melampaui ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wamendiktisaintek menilai potensi dan sekaligus tantangan sebesar itu tidak dapat diselesaikan oleh satu perguruan tinggi secara sendiri-sendiri.

Menurutnya, berbagai kepakaran, program, sumber daya, dan fasilitas kampus dapat dihimpun melalui konsorsium perguruan tinggi agar bekerja pada sasaran yang sama.

"Konsorsium itu sebenarnya adalah membangun satu ekosistem untuk memajukan pendidikan tinggi dan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah," ujar Wamen Fauzan menjelaskan.

Ia mencontohkan konsorsium perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menghimpun 27 perguruan tinggi untuk menangani stunting dan kemiskinan.

Melalui KKN Tematik Pendampingan Keluarga Stunting, ribuan mahasiswa diterjunkan ke desa-desa dengan pembinaan dosen, sekaligus menghasilkan riset yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah.

"Risetnya mengambil problem yang ada di daerah. Sehingga mereka lulus itu, menyerahkan disertasinya dan dapat menjadi rekomendasi dasar pembuatan kebijakan daerah," tutur Wamendiktisaintek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.