Melestarikan Tradisi Menenun Lewat Festival Begawe Jelo Nyesek
📅 Minggu, 28 Jul 2024, 17:15 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
LOMBOK - Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, selama ini menjadi salah satu tujuan wisatawan domestik dan mancanegara karena memiliki potensi alam yang indah.
Selain dikenal dengan keindahan alam, Lombok Tengah juga memiliki budaya danberaneka ragam produk hasil kerajinan tradisional yang dibuat masyarakat.
Salah satu produk unggulan perajin Lombok Tengah adalah kain tenun songket yang dihasilkan dari para perajin tenun ataunyesek(menenun secara tradisional).
Untuk melestarikan kerajinan tradisi tenun tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sukarara, penggiat wisata, serta tokoh masyarakat menggelar Festival Begawe Jelo Nyesek(menenun masal) pada Sabtu, 28 Juli 2024.
Dalam festival tersebut, sekitar 500 perempuan atau perajin berjejer di tepi jalan raya di depan gedung kesenian desa setempat, dengan panjang barisan 500 meter lebih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Atraksi menenun kain yang ditampilkan para perempuan itu menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun asing karena mereka bisa melihat langsung proses pembuatan kain tenun berbahan benang sutra maupun benang katun.
Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengharapkanFestival BegaweJeloNyesek ini dapat melestarikan kerajinan kain tenun tradisional.
Selain itu, juga dapat meningkatkan promosi kain tenun di pasar nasional hingga dunia agar dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan masyarakat khususnya di desa setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Festivalitu juga untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan di Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok Tengah. Potensi tersebut harus tetap dilestarikan dan dikembangkan untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.
Karisma Event Nusantara 2025
Pemkab Lombok Tengah terus melakukan berbagai program untuk mendukung pengembangan potensi desa demi mewujudkan desa yang mandiri dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Festival Begawe Jelo Nyesek merupakan potensi Desa Wisata Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Ajang yang dilaksanakan setiap sekali dalam setahun tersebut telah dijadikan sebagaieventkalender pariwisata Kabupaten Lombok Tengah.
Dampak dari kegiatan tersebut sangat positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat sehingga pemerintah daerah akan mengusulkan Festival Begawe Jelo Nyesek itu menjadi salah satu ajang dalam Karisma Event Nusantara yang merupakan program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan program Karisma EventNusantara (KEN) sebagai upaya menggeliatkan ekonomi dengan menghadirkanevent-event daerah yang berkualitas. Untuk ke depan, rangkaian kegiatan itu harus direncanakan dengan baik, agar bisa memberikan manfaat masyarakat luas.
Perempuan penenun
Desa Sukarara merupakan salah satu desa dari 154 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Produk unggulan desa tersebut adalah kain tenun yang dibuat secara tradisional sehingga ditetapkan menjadi desa wisata tenun oleh pemerintah setempat. Kegiatan membuat kain tenun hanya dilakukan oleh kaum perempuan sehingga sebagai besar ibu rumah tangga (IRT) di Desa Sukarara menjadi perajin kain tenun, termasuk anak perempuan yang sudah dewasa. Kepala Desa Sukarara Haji Saman Budi mengatakan dari 12 ribu penduduk, sebagian besar bekerja menjadi perajin tenun dan petani serta sektor lainnya. Rata-rata IRT di Desa Sukarara mereka adalah perajin kain tenun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!